Seni Rakyat
FESTIVAL KESENIAN DEMAK 2008
Dalan hentak rebana
Kuhentakkan semangat melecut diri
Membangun citra tanah negeri
Tuk berani membangun mimpi
Nurani sebagai fondasi
Harga diri mengatapnaungi
…….
…….
Bersana dinamika tariku
Mari..Demakku
Bersama manulis episode baru
Tancapkan tonggak sejarah untuk anak cucu
Serentak tabuhan rebana membahana seusai puisi dibacakan. 70 penari Zippin unjuk kebolehan. Dibalut pakaian warna-warni, ke tujuh puluh penari berlenggak-lenggok menarikan zippin, tarian khas Demak. Mereka adalah gabungan pelajar-pelajar se-kabupaten Demak. Sorak sorai penonton membahana memenuhi langit Lapangan Tembiring Demak.
Suasana di atas merupakan acara pembukaan Festival Kesenian Demak (FKD) 2008 yang dibuka oleh bupati Demak, Drs. H Tafta Zani, MM. ”FKD semoga mampu menjadi tonggak kesenian Demak. Mari kita tunjukkan kreasi dan kita tunjukkan bahwa Demak adalah gudangnya seniman. Semoga Demak menjadi pusat seni nasional yaitu puasat seni religius,” papar Tafta dalam sambutan pembukaan.
Setelah sebuah pementasan kolosal berupa konfigurasi pentas rebana dan zippin massal, acara berlanjut dengan pementasam kesenian rakyat. Sanggar seni kornelis Nudoyo dari Karang Tengah mementaskan dramatari ’Terjadinya desa Buyaran’ , Cabang dinas pendidikan kabupaten Demak mementaskan Adeging Soko Guru Masjid Agung Demak, SMP N 1 Sayung menampilkan olah kanuragan Sunan kalijoga jurus setan kobar, kademangan Bonang juga mementaskan drama tari. Dan masih banyak lagi pementas lainnya.
Setelah pementasan tersebut dilanjutkan karnaval. Karnaval pawai kesenian dari Tembiring menuju alun – alun dan kembali ke Tembiring. Karnaval diikuti peserta dari empat belas kecamatan yang terdiri dari instansi, sekolah dan komunitas – komunitas seni di Demak. Peserta karnaval mempertontonkan potensi kesenian di wilayahnya masing – masing.
Sedianya acara tersebut akan berlangsung selama 3 hari yaitu sejak 1 s/d 3 Juni 2008. Sebagai pra pembukaan digelar Demo Melukis oleh perupa–perupa Demak dan sekitarnya dilanjutkan Lomba menggambar dan Mewarnai yang di ikuti oleh 300 peserta di Alun – alun Demak pada hari Minggu, 1 Juni 2008 dimulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Serangkaian acara lainnya adalah pasar seni, karnavak atau pawai seni budaya, Pentas Tari Modern, Musik Bambu Mpu Palman, Sulap, pertujukana kentrung, Lomba Zipin, Lomba Baca Puisi Se – Jateng, dan wayang tiga dalang. Seluruh peserta FKD berjumlah 500 orang dari berbagai wilayah Demak.
Setyobudi, ketua penyelenggara mengungkapkan FKD 2008 sekaligus sebagai puncak peringatan peringatan hut kota Demak ke-505 tahun.
Dalam laporan pertanggung jawabannya menuturkan FKD 2008 diharapkan mampu menjadi ajang silaturahmi budaya antar masyarakat dengan penggiat seni sehingga terjalin rasa keberakaran (sense of rootness) kolektif yang disimbolkan dalam berbagai bentuk dan ekspresi. Di samping itu, FKD 2008 dimaksudkan membangun citra bahwa Demak adalah wilayah potensi seni dan budaya. Selanjutnya, kegiatan ini juga mempunyai tujuan menambah khasanah agenda wisata seni Demak di tahun-tahun mendatang.
