SEDANG MENULIS (RINDU) BISCUITTIME

Biscuittime, kelompok musik indie asal Semarang ini akan merilis album kedua di akhir tahun 2017 ini. Sekarang ini single terbaru mereka yang bertajuk ‘Sedang Meulis Rindu’ sudah bisa dinikmati di youtube di id youtube biscuittime. Pada satu Mei 2017, Muhajir Arrosyid reporter tunu.wordpress.com mewawancarai Deska Setia Perdana (ig: deskaperdana), Yongki Arya Permana (ig:yongkiaryapermana), dan Kadek Tia (ig:kadektia) terkait kreatifitas mereka. Ada hal yang berbeda seperti vokalis yang baru tetapi ada yang masih menempel pada diri Biscuittime yang menjadi kekhasan mereka. Hadirnya single sekaligus video klipnya ini sekaligus sebagai tanda bahwa mereka kembali lagi setelah vakum sekitar lima bulan dari belantika musik Indonesia. Berikut hasil wawancara yang dilaksakanakan pada petang di taman Universitas PGRI Semarang. Untuk terhubung dengan mereka bisa mengikuti alamat IG mereka: biscuittimeofficial.  Read the rest of this entry

MENGOBROLKAN SASTRA DAN KETIAK

Diskusi Himpunan Sarjana Kasusatraan Indonesia komisariat UPGRIS.

Diskusi Himpunan Sarjana Kasusatraan Indonesia komisariat UPGRIS.

Sastra bisa membicarakan masalah yang luas seperti negara, masyarakat sebagaimana bahasan yang diperdebatkan dalam ranah ilmu tata negara, sosiologi, tetapi juga bisa membicarakan masalah yang sangat dekat seperti tubuh sebagaimana biasa dibahas teman-teman ilmuan Biologi.

Siang itu pukul 11 di Chanadia Resto, jalan Erlangga Barat VII/14, Hiski (Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia) Komisariat UPGRIS melakukan diskusi sastra bersama Pak Subur Laksono Wardoyo. Yang menjadi pokok bahasan adalah erotisme bau perempuan. Pak Subur membincang sebuah cerpen karya orang Pakistan yang mengangkat tema erotisme tubuh melaui bau. “Selama ini sastrawan banyak mengangkat erotisme dari sisi visual, jarang yang mengangkat dari sisi aroma atau bau.” Jelas Pak Subur.

Dalam penelitiannya Pak Subur merekontruksi karya sastra ke dalam dunia nyata dan kemudian memvisualkannya ke dalam bentuk foto. Misalnya saja untuk mendapatkan gambaran seorang perempuan yang berkeringat, tubuhnya tertempa angin, kemudian basah oleh hujan, Pak Subur melakukan pemotretan seorang perempuan yang loncat. Perempuan itu berkeringat dan tubuhnya basah. Erotisme perempuan melalui bau juga bisa diendus melalui ketiak. “Orang India berbeda dengan orang Barat, jika orang Barat ketiak dibuat bersih, maka perempuan India membiarkan rambut ketiaknya tumbuh. Read the rest of this entry