Masalah Air Mata dan Lengkungan Bibir

 Bagai garis lahar dari letusan gunung, air mata itu tersisa.Hatinya sakit tiada kira.Malin Kundang anaknya dengan kapal megah menjauh tertawa sambil memeluk istri cantik.  Petikan kalimat di atas kira-kira adalah adegan sebuah legenda Sumatra, kisah si anak durhaka Malin Kundang. Si Emak, setelah ketemu anaknya Malin Kundang yang kaya namun tiada mau mengakui ibunya lagi yang menunggunya menahun di dusun. Habis manis sepah bibuang, Guna-guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan Digunakan sewaktu ada perlunya saja, setelah itu ditinggalkan. Umumnya manusia pernah menangis dan tertawa. Menangis adalah melahirkan perasan sedih, kecawa, menyesal. Biasanya mengucurkan airmata, dan mengeluarkan suara sedu-sedan. (W.J.S. Poerwadarminta; 1976). Menangis biasa disebabkan rasa sedih yang berlarut. Misalnya seperti yang di alami ibu Malin Kundang, misal yang lain orang yang kita kasihi entah itu ibu, pacar, binatang kesayangan meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Bisa saja karena, barang kesayangan kita hilang, di curi orang, bisa saja nilai pelajaran yang kita harapkan bagus ternyata mengecewakan. Ya, menangis terjadi karena sesuatu tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.Atas bacaan yang menggelikan membuat saya terbahak-bahak, keponakan saya yang umur tujuh tahunan bilang kepada saya, “Om, orang jahat ya?” Saya tidak mengerti dengan maksud keponakkan saya tadi dan dia melanjutkan perkataannya, “ Di Senetron yang suka tertawa itu orang jahat.”Saya tambah terbahak mendengar celotehannya yang terakhir, akhirnya dia lari sambil menangis meninggalkan saya, mungkin takut sama orang jahat.Saya tergelitik dengan arti kata tertawa. Tertawa adalah melahirkan rasa hati (seperti suka) dengan suara kekeh-kekeh (W.J.S. Poerwadarminta; 1976).Tertawa terjadi karena kegembiraan hati atas peristiwa yang sesuai harapan kita, bahkan melebihi yang kita harapkan. Misalnya, pada semester ini kita menergetkan dapat peringkat sepuluh besar di kelas, dan ternyata kita malah dapat peringkat pertama. Ibu Malin Kundang itu orang baik, dan malin kundang adalah orang jahat. Ibu malin kundang di lupakan, padahal beliau sudah membesarkan Malin, Menyusui waktu kecil, dan mengendong, mengajarinya berjalan dan masih banyak jasa baik ibu Malin tanpa imbalan. Malin Kundang adalah orang jahat, dia sudah banyak berhutang budi dengan ibunya namun dia melupakan ibunya selagi berhasil.

Kisah yang lain misalnya tentang bawang merah dan bawang putih, Si bawang putih selalu dianiaya oleh Bawang Merah, di suruh mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat.

Seringkali cerita berpihak kepada orang-orang kalah, memberi simpati kepada orang kalah, cerita di susun sedemikian rupa agar kita kasihan dengan tokoh yang diciptakan untuk layak dikasihani.

Bawang putih misalnya digambarkan sebagai orang yang selalu pasrah, menerima apapun yang terjadi. Sebauh penganiayaan yang tidak berimbang.

Caba kita mencoba agak kritis melihat juga kelemahan bawang merah dan ibu Malin Kundang. Mentak yang dimiliki oleh Bawang Putih adalah mental yang tidak perlu ditiru darena mental orang yang cengeng, lemah. Dan Mental bawang Merah adalah mental yang patut di tiru karena memiliki mental pemberani dan penakhluk. Sebuah mental yang perlu di tumbuh kembangkan untuk membangkitkan bangsa. Hanya yang melecehkan nilai-nilai kemanusiaan jangan ditiru.

Saya pernah menjadi guru sekolah dasar kelas empat, seorang murid setelah mendengar cerita Malin Kundang memberikan pendapatnya tentang cerita itu dan berbeda dengan teman-teman lainnya, dia bilang; “Kasihan Malin Kundang menjadi batu.” …..Kemarin sore keponakan saya yang kelas lima Sekolah Dasar menangis setelah menyaksikan tayangan sepak bola di televisi dan kesebelasan kesayangannya kalah. Apa yang terjadi pada diri kita tidak semuanya ditentukan oleh kita sendiri, ada banyak unsur yang memberi andil penentuan jalan cerita. Termasuk Tuhan. Maka wajar jika kadang dan bahkan sering sesuatu terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan.Seperti yang terjadi pada keponakan saya tadi, kekalahan yang terjadi pada kesebelasan kesanyangannya banyak unsur yang mempengaruhi, bisa saja karena saat itu pemain kelelahan, pengadil lapangan yang berat sebelah, dan banyak kemungkinan lain. Mungkin kita juga tidak pernah berfikir, seringkali kegembiraan yang kita dapat adalah duka bagi orang lain. Ketika keponakan saya sedu-sadan di pojok kamar menyesalkan kesebelasan kesayangannya kalah, di ruang lain anak lain bergembira karena kesebelasan kesanyangannya menang.……Apakah anak di sebrang sana, yang senang karena kesebelasan yang didukungnya menang dapat dikategorikan jahat? Mari kita lebih kritis terhadap segala cerita, entah itu film, senetron dan drama. Jangan mau pendapat kita digiring oleh pencerita. Tinggalkan segera segala bentuk cerita yang tidak menghargai akal budi, segala bentuk cerita yang melecehkan logika. 

Muhajir.

Iklan

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Juli 16, 2007, in Opini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: