KEMBALI KE LAPTOP

Muhajir Arrosyid

Kembali ke leptop menjadi aji-aji atau semacam senjata ampuh bagi Tukul. Melalui kalimat tersebut acara yang di bawakannya EMPAT MATA menjadi sangat populer di telinga kita.
Komputer, sekarang berkembang ke laptop adalah simbul peradapan saat ini, dan siapa yang tidak dapat mengikuti gerak peradapan, maka dia akan menjadi sampah peradapan, akan tampak lucu, terasa mengelikan, yang pasti kita akan kalah dengan Tukul sang Arwana.
Ada empat peristiwa nyata yang saya alami yang ingin saya bagi kepada pembaca untuk kemudian kita renungkan bersama.
Pertama: Dulu waktu Prektik Pengalaman Lapangan (PPL) saya pernah memberi tugas pekerjaan rumah berupa karangan pendek berbahasa Inggris bertema Semarang kepada siswa. Malam hari setelah tugas tersebut dikumpulkan saya membacanya satu-persatu, ada satu tulisan yang menurut saya beda dengan tulisan yang lain, lebih runut, lebih baik dari teman sekelasnya dan bahkan lebih baik dari tulisan saya. Ada kecurigaan bahwa karangan tersebut adalah jiplakan, tapi saya tidak boleh cepat-cepat memvonis, karena mungkinkan saja siswa memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan gurunya?
Esok harinya saya berjumpa dengan siswa dan bermaksud membagikan hasil tugas mereka yang telah saya koreksi dan saya beri nilai dan oret-oretan sana-sini. Semua tugas saya bagikan dan saya tahu siapa pemilik tugas bagus itu, disela-sela pelajaran saya dekati anak yang memiliki tugas bagus itu, saya tanya ala kadarnya, rumahnya mana dan lain sebagainya. Akhirnya saya berkata kepadanya bahwa tugasnya bagus, karangannya menarik dan indah, dia tersipu. Waktu istirahat dan saya melangkah menuju ruang PPL anak tersebut mengejar dan berkata kepada saya kalau tugas tersebut bukan buatannya sendiri, dia mencomot dari internet yang kebutulan di rumahnya berlangganan. Setelah itu saya persilahkan dia ke ruang PPL, kami ngobrol tentang banyak hal, siswa itu dari obrolan kami tampak sangat akrap dengan internet.
Internet adalah media informasi yang tergolong cepat dan mudah diakses, siswa atau mahasiswa dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin guna keperluan belajar. Perlu guru yang juga cakap dengan teknologi yang satu ini supaya internet tidak hanya di jadikan ajang jiplak-menjiplak seperti yang dilakukan oleh siswa yang mampu menguasai internet.
Kedua: Seoarang siswa SMP mendapat tugas dari gurunya membuat catatan perjalanan seorang tokoh masyarakat, siswa itu memilih Bapak Drs, Sudharto,MA. untuk memenuhi tugas itu. Dalam sehari anak itu mengikuti semua aktifitas yang dilakukan ketua PGRI Jawa tengah yang juga DPD RI itu dengan menenteng handicamp, disela kegiatan pak Darto, sesekali anak bertanya kepada pak Darto tentang hal-hal yang ingin dia ketahui. Sehari setelahnya jadilah satu kepingan CD berisi catatan perjalanan Drs. Sudharto, MA. siap dikumpulkan di sekolah.
Ketiga: ini tentang sekolah di kampung kecil di pinggir sawah di Salatiga, SMP Alternatif Qoryah Toyibah, satu bulan yang lalu saya mengajak beberpa teman berkunjung kesana. Pemandangan yang pertama kali saya lihat adalah anak-anak ceria berlarian sambil menenteng kamere digital yang saya taksir seharga minimal sembilan juta. Saya menanyakan kepada pengelola, apa tidak takut rusak mas? Sang pengelola menjawab “ Mengajari mereka bertangung jawab mas.”
Pemandangan setelahnya saya dikagetkan oleh pendengaran saya yang menangkap percakapan bahasa Inggris lancar antar dua anak-anak, saya pikir ada turis asing berkunjung ke tempat itu, namun ternyata dugaan saya salah, mereka adalah siswa SMP Alternatif Qoryah Toyibah, masuk kedalam ruangan saya dan teman-teman disuguhi pemandangan kesibukan anak-anak di depan komputer memnafaatkan fasilitas tinternet yang disediakan oleh sekolah. Dari pengelola kami juga mendapat kabar bahwa setiap siswa memiliki satu paket komputer di rumah. Sehari mereka membawa uang tiga ribu, seribu sebagai uang ganti makan, seribu untuk menabung, seribu untuk mengangsur komputer.
Keempat: Saya tidak mengira kalau ada kehidupan di puncak gunung, ini adalah rumah sahabatku, perlu waktu satu jam dari kota kudus dengan mengunakan sepeda motor dengan kondisi normal, motor-motor tua jangan ikut karena melewati dua bukit naik – turun – naik, dengan jalan berkelok dan menukik tajam. Sampailah saya pada sebuh rumah di tengah hutan hampir tidak bertetangga, bertetangga tapi dengan jarak yang jauh. Mungkin sahabatku itu keturunan Tarsan, sang penguasa hutan. Saya lebih tidak mengira kalu didalam rumah tersebut terdapat koputer, saya berfikir bagaimana cara mengangkat komputer ini dari kota. Semakin membuat saya tidak percaya adalah adik sahabat saya tampak akrab dengan komputer, mengusai beberpa program grafis, membagi-bagi folder, sebuah kemampuan yang teman-teman saya di kelas belum tentu menguasainya.

Kembali ke Laptop.
Hal di atas saya ceritakan bukan untuk mendewakan teknologi, guru tetap tidak tergantikan oleh apapun. Siswa yang saya ceritakan di atas mungkin siswa luar biasa, sekolah yang saya ceritakan, yang memberi tugas kepada muridnya berbentuk CD, yang memberi fasilitas internet kepada siswanya mungkin juga sekolah luar biasa. Bukankah mungkin nasib mengiring kita pada sekolah yang luar biasa dan mendapat siswa yang luar biasa seperti yang saya ceritakan?
Di hari korban kemarin saya terpesona dengan keahlian seorang penyembelih kambing, dia begitu trampil, cepat dan cekatan. Saya juga sempat terpana dengan tetangga saya yang tukang cat, hasil kerjanya sempurna hingga orang-orang bermobil menjemputnya membeli keahliannya.
Kita guru, tentu harus melengkapi diri dengan kemampuan guru, kalau sampai siswa kita lebih mengusai teknologi di banding kita, pasti kita akan di tertawaan dan menjadi badut di depan kelas. Mari , tidak ada salahnya memacu diri.

Kembali ke laptop.

Iklan

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Juli 16, 2007, in Opini. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Bisa tau gak alamat lengkapnyA SMP.Alternatif Qoriyah Toyibah itu? Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: