Kesetaraan

di tambak sariBISUL

Muhair Arrosyid

 

Hawa adalah tulang rusuk adam, inilah yang menjadi alasan kaum adam (Pria) dari dulu sampai sekarang merasa berhak sewenag-wenang terhadap kaum hawa (Perempuan). Tak hanya itu kaum Adam juga merasa lebih kuat, lebih perkasa. Celakanya pendapat tersebut di setujui oleh masyarakat termasuk kaum Hawa sendiri. Kaum Hawa juga merasa nyaman di sebut lemah karena dengan demikian dia tidak mendapat bagian pekerjaan yang berat-berat. Perempuan adalah tulang rusuk Adam, tapi laki-kali keluar dari rahim perempuan!

PEREMPUAN tidak boleh menjadi pemimpin. Kenapa? Katanya karena perempuan lemah, karena perempuan haid, karena perempuan hamil. Perempuan lemah katanya sudah kodrat dari sononya. Kata siapa kodrat perempuan lemah? Tentu kita tahu Laila Ali, dia belum tentu kalah tanding dengan Cris John, orang paling kuat di IKIP PGRI Semarang saja saya yakin akan rubuh kena pululan Laila. Maka perempuan lemah bukan sebuah kodrat, karena kekuatan fisik bisa dilatih, bisa di persiapkan. Kodrat adalah sesuatu yang diberikan oleh tuhan kepada laki-laki dan perempuan dari lahir yang tidak dapat dirubah. Misalnya laki-laki berjakun, memiliki penis. Perempuan memiliki payudara, vagina dan yang lainnya. Sesuatu yang bisa di rubah, bisa dipertukarkan namanya bukan kodrat.

Petani-petani di desa saya mengangkat panenan sama dengan yang diangkat laki-laki, di Kopeng, perempuan mencari rumput untuk ternak, rumput itu di panggul di atas kepalanya menjulang tinggi. Masihkah berpendapat perempuan lemah?

Suatu haru yang lalu saya kena bisul, bisul itu tumbuh dari binjolon kecil sampai mengunung sebelum kemudian meletus selama satu minggu. Sakitnya minta ampun, berbagai obat saya coba, dari apotik, jamu, dan saran dari teman-teman semua saya laksanakan sampai terakhir ke dokter Vito. Bisul itu membuat tubuh saya mriang, tidak bisa tidur dan jalan saya tidak sempurnakarena bisul tersebut tumbuh di kaki.

Bisul yang hanya sekecil itu dan hanya satu minggu, sakitnya minta ampun. Bagaimana seandainya hamil, bagaimana tersiksanya, sakitnya orang hamil. Sebesar itu, selama sembilan bulan lagi, setelah itu harus merelakan sebagian dagingya robek. Hih….nyeri. Apakah perempuan lebih rendah, lebih lemah dari laki-laki? Dan kita memosisikannya nomor dua di bawah laki-laki?

 

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Januari 31, 2008, in buku harian. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kau berlari, sedang aku masih disini. berjalan lambat sekali, sahabat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: