Pemanasan Global

STATUS SOSIAL DI ERA PEMANASAN GLOBAL

——————————————————————————————————— 

Muhajir Arrosyid

 

Kendaraan mempengaruhi status sosial seseorang. Orang bermobil memiliki tingkat sosial lebih tinggi dibanding berkendaraan motor. Orang berkendaraan motor lebih tinggi  dibanding orang bersepeda, dan yang bersepeda lebih tinggi tingkat sosialnya daripada pejalan kaki. Kesimpulannya pejalan kaki adalah orang yang paling hina dina, kaum sudra. Mengapa demikian?

            Penyusunan tingkat-tingkat seperti di atas wajar adanya. Perbandingan lain yang dapat digunakan misalnya pakaian. Penggunaan merek barang juga mempengaruhi tingkat sosial seseorang. Setiap barang yang dikenakan membawa nilai tersendiri. Mobil memiliki nilai tinggi jika barang diukur dengan standar kapitalisme dimana segala sesuatu dilihat dari sisi kapital/nilai ekonomi.

Mobil, bila dibandingkan dengan motor dan sepeda, secara ekonomi lebih berharga. Mobil, dengan merek tertentu,  memiliki nilai yang berbeda pula. Pejalan kaki dianggap tidak berharga karena tidak mengunakan modal, tidak ada duit yang keluar. Oleh karena itu, banyak orang melebihkan penampilannya agar kelihatan wah dan dinilai tinggi.

 

Korupsi dan gaya hidup

Untuk penampilan tersebut seseorang rela mengambil hutang sekian ratus juta untuk membeli mobil baru atau rumah baru. Salah satu penyebab menggejalanya penyakit korupsi di kalangan pejabat pemerintahan karena keinginan terlihat kaya agar mencapai gaya hidup yang telah dipatok masyarakat.

Gaya hidup pejabat di Indonesia  adalah bermobil dengan merk tertentu, tinggal di rumah mewah, atau memiliki villa. Sebuah harian ibu kota melaporkan bahwa para menteri di Indonesia telah dijatah satu Toyota Camry 3.000 CC warna hitam. Pilihan ini ditetapkan atas pertimbangan penghematan. Sebelumnya, para pembantu Presiden menggunakan sedan Volvo S 80. Namun para menteri tidak semua mengunakan mobil jatah untuk menjalankan aktifitasnya.

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda masih menggunakan sedan Toyota Crown, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengunakan kendaraan terbarunya, sedan Toyota Lexus warna hitam. Untuk kesempatan lain Aburizal senang menggunakan Toyota Alphard. Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, selain kerap menggunakan sedan Toyota Camry, ia juga kerap menggunakan kendaraan Ford hitam.

Asal tidak merugikan rakyat sebenarnya tidak ada salahnya.  Namun karena satu sama lain saling berlomba mengungguli, uang yang seharusnya tidak haknya dengan cara sembunyi-sembunyi akhirnya diembat juga. Setiap negara di dunia tidak ada yang lepas dengan masalah korupsi, termasuk Indonesia. Sejak pertama kali dikenal birokrasi, korupsi ini dimulai.

Pada tahun 1953 Pramoedya Ananta Toer menulis sebuah novel yang berjudul korupsi. Novel ini menceritakan seorang tokoh yang bernama Bakir, seorang pegawai yang menyediakan barang-barang kebutuhan di kantor-kantor pemerintahan. Tergambar kondisi masyarakat pada waktu itu sudah menggejala korupsi.

Dalam novel itu juga terdapat tingkatan bahwa sepeda lebih rendah daripada plymouth, rumah di gang becek dangan villa di Bogor. Sekali lagi hal tersebut terjadi karena yang digunakan sebagai alat ukur adalah modal. Yang memiliki modal, yang menggunakan barang-barang bernilai ekonomi tinggi adalah yang mulia, yang memiliki posisi tinggi dan layak dihormati.

 

Peradaban mesin

Manusia selalu mencari jalan, menciptakan alat-alat untuk mempermudah kerjanya. Pertama kali manusia, laiknya hewan, berburu tidak mengunakan alat, kemudian menemukan dan mengunakan alat sederhana berupa batu yang diperuncing. Setelah itu menemukan dan menggunakan logam. Begitu pula peralatan memasak yang dulunya mengunakan gerabah dari tanah, berkembang panci yang terbuat dari timah, berlanjut ke peradaban lestrik dan sekarang mengunakan rice cooker.

Penemuan teknologi diciptakan untuk mempermudah hidup manusia agar kerja manusia lebih aman, nyaman, hemat dan cepat. Begitu pula alat transportasi diciptakan. Pada mulanya orang jalan kaki untuk berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain. Setelah itu ditemukan sepeda.

Velocipede yang nantinya berkembang menjadi sepeda ditemukan pertama oleh Drais orang prancis pada 1817. Prancis sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi ini. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda (Wikipedia Indonesia).

Sepeda motor ditemukan oleh Soichiro Honda 1948. Motor ini lebih diminati karena menjanjikan sesuatu yang lebih cepat dan menghabiskan tenaga lebih sedikit. Motor menjadi pilihan alat transportasi. Lalu datanglah mobil yang selain cepat juga menjanjikan kenyamanan. Dengan mobil pengendara tidak kepanasan, tidak kehujanan dan dapat sambil menikmati musik, selain itu mobil dapat dinikmati lebih dari satu orang. Sebelumnya, hadir kendaraan berupa hewan seperti kuda, onta, sapi. Serta kendaraan masal kuno seperti andong, dan gerobak.

Hadir pula angkutan masal yang masuk dalam kategori modern seperti bus, kereta api, dan yang sekarang paling canggih adalah kapal terbang.

Seiring bergeraknya zaman, kendaraan bermotor semakin lama semakin diminati. Hadirlah produk-produk kedaraan bermotor dengan bermacam merek baik dalam bentuk mobil maupun sepeda motor. Mesin-mesin pertanian, pabrik semua beralih mengunakan ke mesin bermotor yang mengunakan bahan bakar.

 

Era Pemanasan Global

Langkah pergerakan peradaban manusia untuk mempermudah pekerjaan dari jalan kaki menuju era kapal terbang mengakibatkan rusaknya lingkungan. Manusia di peradaban sekarang tidak lepas dari alat-alat bermotor yang mengunakan bahan bakar tak tergantikan. Dari pengunaan setiap detik di seluruh dunia ternyata mengakibatkan sesuatu yang dulunya tidak diduga yaitu pemanasan global.

Kendaraan yang mengonsumsi bahan bakar sebanyak 7,8 liter per 100 km dan menempuh jarak 16 ribu km setiap tahunnya akan mengemisikan 3 ton karbondioksida ke udara (Q&AClimate). Kita dapat membayangkan berapa ton karbondioksida yang naik ke atmosfer setiap tahun. Banyaknya karbondioksida ke atmosfer berpengaruh pada menipisnya atmosfer. Atmosfer terbentuk dari gas-gas yang didominasi oleh nitrogen dan nitrogen ini akan menyingkir dengan datangnya karbondiosida.

Menipisnya atmosfer memungkinkan cahaya matahari langsung menembus bumi, akibatnya kutup akan meleleh dan permukaan air laut secara otomatis naik. Air laut yang langsung terkena sinar matahari juga akan meningkat suhunya dan mengalir ke daerah yang memiliki suhu lebih rendah. Terjadilah gelombang pasang. Bukan tidak mungkin sebagian daratan akan hilang nantinya.

Menurunkan kadar karbondioksida yang naik ke atmosfer hanya dapat dilakukan dengan cara sedikit mungkin memproduksi karbondioksida. Ini dapat diatasi dengan cara, salah satunya, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor baik yang berupa sepeda motor ataupun mobil.

Melihat fenomena pemanasan global ini tampaknya sudah saatnya kita memandang tingkat-tingkat sosial dari sudut pandang lain. Orang yang mulia adalah orang yang sedikit mungkin memproduksi karbondioksida. Yang paling sedikit memproduksi karbondioksida adalah pejalan kaki. Tingkat kedua yang mendapat kategori mulia dari sudut pandang ini adalah pemakai sepeda, di bawah sepeda adalah pemakai sepeda motor. Orang yang paling hina dina, kaum sudara adalah pengendara mobil.

Saatnya memandang mulia pejalan kaki dan pesepeda. Orang jalan kaki dan bersepeda menahan diri untuk menikmati kenyamanan sepeda motor dan mobil demi bumi.

 

Muhajir Arrosyid, S.Pd. Editor IKIP PGRI Semarang Press

Email: muhajirar_rosyid@yahoo.co.id.

Iklan

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Januari 31, 2008, in Opini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: