24 Mei 2008

24 Mei 2008

Hari ini BBM jadi dinaikkan. Antrian panjang orang di pam bensin sudah tidak terjadi lagi. Aksi-aksi demo yang memakan korban dimana-mana tidak di gubris. Yusuf Kala sang penguasa tidak takut pada demo. Sekalipun ada yang mati, sekalipun kaca kantor DPRD pecah. Sekali BBM naik, tetap naik. Sabda pandita ratu. Setiap ucapan raja Yudoyono dan Yusuf Kala tidak dapat ditarik lagi.

Setelah BBM di naikkan bantuan langsung tunai (BLT) diberikan. Dengan memberikan BLT ini seolah-olah kanjeng-kanjeng penguasa telah memenuhi tanggung jawab. Mereka telah berbaik hati memberi sedekah secara cuma-cuma pada kaum duafa, agar satu dua hari ini bisa makan.

” Kaum-kaum miskin, pengemis, dan petani-petani, ini sedekah dari kami. Anda tentu berat menghadapi seluruh kenaikan harga kebutuhan. Terimalah kebaikan kami ini.”

Dengan demikian orang miskin dimiskinkan. Rebutan peminta-minta. Mungkin rasanya sang tuan Raja  bergembira melihat rakyatnya berebut sedekah pemberiannya.

Harga-harga naik. Sedangkan gaji tidak naik. Harga hasil tani juga tidak naik. Pendapatan ajek. Upah minimum juga tidak naik. Katanya kalau standar minimum upah dinaikkan investor akan pada lari. Betapa pengecut dan lemahnya negeri ini.

Muhajir Arrosyid

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Mei 24, 2008, in buku harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: