Bedah Tokoh

BEDAH TOKOH SOEHARTO

Tri umi sumartyarini

Awalnya, ia bukan siapa-siapa. Ia lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah. Masa kecilnya selalu berpindah-pindah dari asuhan kerabat satu ke kerabat lainnya. Karir politik soeharti bermula ketika memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno.

Supersemar

Tiga puluh dua tahun bukan rentang waktu yang pendek. Namun, Soeharto presiden indonesia ke dua itu mampu bertahan menjadi pemimpin bangsa yang konon berazaskan demokrasi.

Ia seorang tentara tampan dan pendiam, di tangannya ada selembar surat mandat berkuasa, Supersemar. Surat itu, setelah berpuluh-puluh tahun menjadi mandat sakti bagi Soeharto untuk menguasai bangsa ini. ada semacam kerindun bagi orang-orang kecil ketika mengingat sosok Soeharto. ”Kalau jaman pak harto dulu keadaan negara aman. Tidak ada yang merampok, harga-harga tidak membumbung tinggi seperti sekarang.” Begitu kalimat yang sering terdengar ketika rakyat menghadapi keadaan negara yang agak terusik.

32 tahun bercokol di kursi kepemimpinan, membuat Soeharto mempunyai banyak kesempatan untuk berbuat baik maupun buruk-ia melakukannya silih berganti. Bahkan ia mampu menutupi keburukannya di hadapan kebaikan. Pun sebaliknya di beberapa korban kebijakan otoriternya soeharto dibenci korban kasus Kedung Ombo dan beberapa kasus pelanggaran HAM seperti Malari, Tanjung priok dan kerusuhan Mei 1998.

Semua itu bermula pada tahun 1966. Soekarno memerintah enam tahun dengan demokrasi terpimpin digntikan oleh Soeharto. Supersemar dikeluarkan 11 maret 1966. melali surat itu, soeharto mengambilalih kekuasan dari Soekarno.

Sentralisasi

Para pengamat budaya sering membandingkan pemerintah orde baru dengan kerajaan Jawa Mataram. Kerajaan jawa mataram menempatkan raja sebagai pusat kekuasaan yang menghimpunsegenap kekuatan kosmis. Raja adalah sosok sakti tidak tertandingi. Dalam trsdisi jawa, legitimasi tidak datang dari manusia. Dengan kesaktiannya sang ratu bisa menaklukkan manusia di sekitarnya (Benedict Anderson). Soeharto menempatkan dirinya sebagai titik pusat itu.

Proses sentralisasi Soeharto tercium sejak dini. Tepatnya ketika ia menyerdehanakan kantong-kantong kekuasaan di luar emerintah (partai) peninggalan demokrasi liberal soekarno. Pada pemilu 1971, partai yang jumlahnya puluhan diringkas menjadi 10 partai. Dan segenap aturan pemilu digiring ke satu tujuan: kemenangan golkar.

Selain itu, peristiwa Malari menjadi petunjuk sosok kelam soeharto. Peristiwa Malari (1974) mrnghadang pemerintah yang berencana mewujudkan gagasan tien Soeharto membangun taman mini indonesia indah. Tantangan mahasiswa dihadapi dengan tangan besi. Tahun 1978-1979 mahasiswa dijawab dengan NKK-BKK larangan berpolitik bagi para mahasiswa di kampus.

Pada tahun 1980-an, sentralisasi kekuasaan soeharto benar-benar melebar. Putera-puteri presiden soeharto yang sudah mulai besar terjun ke dunia bisnis dan mendapat hak-hak istimewa.

Puncak sentralisasi soeharto terlihat ketika pada tahun 1997, untuk ke tujuh kalinya ia terpilih sebagai presiden. Dalam kabinet pembangunan VII, Siti Hardijanti Roekmana (Mbak Tutut) putri sulungnya diangkat menjadi menteri sosial.

Kejawen

Di balik sosok kokoh soeharto sebagai anggota militer yang represif, sebenarnya hidupnya di penuhi dengan laku prihatin ala kejawen. Rama Marta, Rama Dijat, Rama mesran, dan Rama Budi Utomo adalah guru-guru kebatinan jawa yang dipercaya Soeharto.

“Guru-guru” Soeharto tersebut sangat berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan Soeharto menyangkut masalah kenegaraan. Pernah suatu kali ketika Soeharto hendak berkunjung ke ke Filipina dan Australia, Rama Dijat diundang ke rumahnya. Rama dijat menasehati agar hati-hati selama perjalanan ke Australia. Kalau perjalanan ke filipina tidaka da masalah. Lantaran tidak menggubrisnya, Soeharto benar-benar mengalami kesialan. Ketika dalam perjalanan menuju Australia, Soeharto disambut lemparan tomat dan telur busuk hingga mengenai dahinya.

Soeharto pun terkenal melakukan perjalanan ritual dengan mengunjungi tempat-tempat pertapaan seperti padepokan Sendang titis di bantul. Bahkan ia mempunyai semacam forum pertemuan yang diadakan setiap 35 hari sekali (selapan) dan dilaksanakan setipa selasa Pahing. Dalam forum itu merekan mengadakan ritual pemanggilan roh dan berdiskusi tentang masalah politik bangsa.

Mengupas habis sosok Soeharto memang tak ada habisnya. Masih banyak sisi yang menarik untuk diekspose. Ia lukai perasaan banyak rakyat indonesia. Namun, hasil pembangunan juga ia ukir untuk bangsa ini. Banyak pihak yang membenci, namun tak sedikit pula yang mengagumi Kini ia telah berpulang. Bagi kita yang terpenting adalah bagaimana dapat belajar dari sosok Soeharto. Sejarah adalah guru terbaik. Selamat berdiskusi.

* Disampaikan dalam Waroeng Diskusi 9 Mei 2008

Iklan

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Mei 24, 2008, in Tokoh Kita. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. boleh minta cara menulis/membedah tokoh yg baik? thanks

  2. by the way and busway,,feature dengan judul “Perempuan Perkasa di Tengah Kereta” pernah dipublikasikan di Jurnal Nasional dengan judul asli Yang Tak Menyerah Pada Kemiskinan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: