Mobil di Tengah Bencana

MOBIL DI TENGAH BENCANA

—————————————————————————-

Muhajir  Arrosyid

Tiga mobil Honda CRV hitam yang telah dilengkapi audio visual dengan harga Rp 875juta, dan masing-masing senilai Rp 291 juta sejak kemarin telah berada di garasi gedung wakil rakyat kabupaten Demak. Ketiga kendaraan itu dipersembahkan bagi pimpinan dewan, yakni satu ketua Dewan dan dua wakil ketua.

Kendaraan tersebut, merupakan pengadaan baru yang dialokasikan dalam perubahan APBD 2007 sebesar Rp 1,050 miliar bersamaan dengan pengadaan 14 unit Suzuki APV untuk para camat.

Selama ini para pimpinan Dewan kabupaten Demak menggunakan Kijang Krista sebagai mobil dinas. Sementara, khusus ketua Dewan selain mendapat fasilitas Kijang Krista juga Toyota Camry.  (SM. 16. Januari 2007).

Para menteri di Indonesia telah dijatah satu Toyota Camry 3.000 CC warna hitam. Pilihan ini ditetapkan atas pertimbangan penghematan. Sebelumnya, para pembantu Presiden menggunakan sedan Volvo S 80. Namun para menteri tidak semua mengunakan mobil jatah untuk menjalankan aktifitasnya.

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda masih menggunakan sedan Toyota Crown, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengunakan kendaraan terbarunya, sedan Toyota Lexus warna hitam. Untuk kesempatan lain Aburizal senang menggunakan Toyota Alphard. Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, selain kerap menggunakan sedan Toyota Camry, ia juga kerap menggunakan kendaraan Ford hitam.

Mobil dinas yang diperuntukkan kepada pimpinan dewan di kabupaten Demak dan para pembantu presiden berfungsi agar tugas pelayanan kepada rakyat dapat optimal. Pimpinan dewan kabupaten Demak dengan mobil berkapasitas CC 2000 ini diharapkan cepat mendengar aspirasi masyarakat dan menjawab persoalan-persoalan dari masyarakat dengan kinerjanya. Selanjutnya yang menjadi harapan adalah peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan taraf hidup rata-rata masyarakat Demak.

Kemiskinan

Penduduk miskin di kabupaten Demak 412.359 jiwa atau sekitar 40 persen, merata di semua kecamatan. Jumlah keluarga miskin mencapai 117 ribu lebih. Penduduk miskin bermukim di desa-desa terpencil karena kondisi infrasturkur belum mendukung. Seperti jalan-jalan yang belum layak dan masih sempit.

Angka terbesar penduduk miskin di Kecamatan Mranggen mencapai 44.540 jiwa, disusul Bonang (43.855 jiwa), Demak Kota (40.041 jiwa), Guntur (37.583 jiwa), Sayung (35.278 jiwa) dan kecamatan lainnya di bawah angka 34 ribu jiwa, Kecamatan Dempet 15.670 jiwa. (SM. 18 Januari 200 8)

Mobil untuk pejabat pemerintahan tersebut diharapkan digunakan untuk mengurangi  hal-hal yang menghambat perkembangan kesejahteraan masayarakat Demak dengan segera dengan meningkatkan potensi-potensi yang ada di daerah. Hal yang kiranay masih perlu di tingkatkan dan potensi yang dapat ditingkatkan antara lain sebagai berikut;

Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut Susenas tahun 2004 oleh BPS, sebanyak 315.152 orang penduduk berpendidikan SD. Pencari kerja di kabupaten Demak 54,64 persen berpendidikan SLTA. Peningkatan pendidikan dapat berupa menggairahkan dinamika akademik berupa pendirian dan menggairahkan perguruan tinggi. Sejauh ini lulusan SMA di kabupaten Demak melanjutkan ke perguruan tinggi di kota-kota sekitar karena ketiadaan perguruan tinggi di kabupaten Demak. Peningkatan pendidikan yang memfasilitasi masyarakat dengan keahlian dan ketrampilan di kabupaten Demak juga perlu di gairahkan.

Kedua, adalah akses jalan. Kemiskinan di kabupaten Demak terjadi di daerah-daerah terpencil karena akses jalan kurang baik dan sempit. Jalan penghubung antar kecamatan di kabupaten Demak juga relatif kurang memadai. Akibatnya, perjalanan antar kecamatan harus melalu daerah lain seperti Semarang dan Purwodadi. Misalnya, perjalanan dari Karangawen atau Mranggen mengunakan bus besar tidak melalui jalur secara langsung, namun harus lewat Semarang atau Purwadadi. Akibat dari akses jalan ini pula penduduk Demak lebih banyak mencari mata pencaharian dan sekolah di sekolah di daerah di sekeliling Demak, seperti di Jepara, Kudus, Semarang dan Purwodadi.

Tiga, Pertanian. Kabupaten Demak yang memiliki wilayah 89.743 ha. 48.640 ha berupa lahan sawah. Untuk meningkatkan hasil panen kiranya sistem pengairan perlu diperbaiki. Selama ini pengairan pertanian di Demak mengunakan system tadah hujan.

Potensi lain kota Demak adalah laut, wisata laut, dan wisata religi. Belimbing Demak yang sempat menjadi khas kabupaten ini juga kian meredup keberadaannya dan hampir punah. Dan jambu air delima yang sempat menjadi primadona juga kurang serius diurus.

Pertanian sebagai mata pencarian utama masyarakat Demak hamper setiap tahun terganggu dengan datangnya bencana banjir.

Banjir

Banjir di kabupaten Demak yang terjadi terakhir ini mengakibatkan kerugian di sektor pertanian ditaksir mencapai Rp. 4,6 Milyar. Kerugian tersebut meliputi tanaman padi, cabai, bawang merah, jagung dan kacang panjang. merusak lahan tanaman padi seluas 4.450 hektare. Dan  mengalami puso seluas 1.314 hektare. Dan meusak tanggul Sungai Cabean di Desa Tlogoweru Kecamatan Guntur yang jebol sepanjang 45 meter dengan lebar empat meter dan dalam delapan meter. Di Delingan Kecamatan Dempet yang juga jebol sepanjang delapan meter dengan dalam empat meter dan lebar empat meter.

Banjir dan tanggul jebol ini terjadi hampir setiap datangnya musim penghujan. Hal ini diakibatkan oleh testur tanah di Demak yang mudah larut. Kalau setiap tahun banjir selalu datang dan pertanian sesalu merugi sekian milyar maka kemiskinan di kabupaten Demak yang rata-rata petani akan semakin lama terentas. Pembuatan tanggul yang lebih kokoh perlu untuk di lakukan.

Kembali masalah mobil. Kenapa fasilitas mobil antara pimpinan dewan, pimpinan fraksi, dan camat berbeda, dengan harga berbeda pula? Bukankah sebagai alat trasportasi sebenarnya memiliki kemampuan yang sama? Rupanya mobil selain memiliki fungsi tranportasi juga memiliki fungsi sebagai peningkat gengsi. Maka, yang memiliki jabatan lebih tinggi layak mengunakan mobil lebih baik dan mahal. Karena pimpinan dewan adalah simbul sebuah daerah, mobil pimpinan kemuadian menjadi gengsi sebuah daerah pula. Mobilnya pimpinan dewan daerah A itu CRV maka daerah A lebih kaya dari daerah B yang hanya memakai bobil MPV.

Menurut Anda bisakah mobil dinas yang baru ini ada hubungannya atau berpengaruh terhadap penyelesaian berbagai masalah di kabupaten Demak?

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Mei 24, 2008, in Opini. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. infonya bagus, hehe
    numpang baca yaaaaa buat referensi tugas kuliah, makasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: