Sajak 2

NGIANG JIMBE DIPUKUL

Sepuluh hari setelah kau pergi

Aku baru mendengarnya

Maafkan aku

Itu berarti

Aku tiada lagi dapat bercakap dengan sosok yang lucu

Medengar keras Jibe dipukul

Menyanyikan lagu-lagu memihak rakyat

Sahabat

Kau telah dipikul

Diantar dengan kerenda dikubur

Lantang-lantang

Pekik-pekik

Suaramu

Menjadi rindu

Hangat

Rintihan

Sapamu

Adalah

Hangat

Rintihan

Sapa

Rakyat

Negerimu akan lebih baik!

” Ada yang ingin ku kabarkan, tentang…..”

Muhajir Arrosyid

22 Mei 2008

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Mei 24, 2008, in Puisi. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. jadi inget kalau kematian akan selalu ada disampign kita
    tanpa diminta dia akan datang dan dia tak akan pergi walaupun kita merintih memohon waktu

  2. ini puisi untuk sahabat yang pergi ya? duh terharu aku. semoga di tenang di sisi-Nya. amieen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: