Coretan

Coretan

ANAK YANG CERDAS DARI

ORANG TUA YANG CERDAS

Puput Puji Lestari

Tiga kali mengikuti seminar untuk orangtua (liputan,lebih tepatnya). Aku selalu terkesima. Meskipun dipungut biaya yang relatif tinggi, kursi yang disediakan panitia selalu penuh.

Awal mei lalu, pembicaranya kak Seto, bahan seminarnya anak cerdas berawal dari orang tua yang cerdas. 150 kursi yang tersedia habis terjual. Bahkan panitia menambah lagi 50 kursi, tetap saja habis terjual. Di luar bahkan masih ada ibu-ibu yang ngotot agar diizinkan masuk dalam ruang seminar. Suasana seminar sangat meriah. Kalau biasanya seminar jarang pertanyaan, di sini hampir semua peserta bertanya. Ada-ada saja pokoknya pertanyaannya. Seputar pola asuh mereka tentunya. Karena bahan yang dipresentasikan kak seto memang anak harus belajar dalam suasana senang.

Seminar kedua yang diikuti, pembicaranya seorang dokter anak yang terkenal di kota Surabaya. Beberapa kali sudah aku memintanya menjadi narasumber untuk bahan tulisanku. Materi seminarnya tentang vaksinasi bagi anak. Di sini acara lebih ramai karena panitia tidak menyediakan arena bermain bagi anak. Jadi sepanjang seminar ada saja celoteh dan tangis anak, he he he.

Di seminar ini orangtua juga dipungut biaya, maklum acaranya digelar di salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Dan tentu, biayanya juga mahal. Di sini, acara berlangsung meriah hingga akhir acara. Ttidak ada satupun peserta yang beranjak sebelum acara selesai. Entah karena memang ingin mendengar materi seminar sampai habis atau sekedar menunggu makan siang yang disediakan panitia.

Yang terakhir adalah seminar cara memberi makanan padat bagi anak. Banyak juga pesertanya, seperti seminar sebelumnya, pesertanyapun bukan hanya dari ibu-ibu, suami merekapun turut. Dan di sini sesi pertanyaan lebih riuh karena setiap penanya berhak dapat door prize. Terang aja, sekalian konsultasi dapat hadiah siapa tidak mau?

Dalam seminar itu aku membayangkan genarasi 20 tahun yang akan datang, jika orangtua sangat peduli tentang cara memberi nutrisi dan mendidik anak supaya cerdas saat ini hasilnya tentu bisa dirasakan dua puluh tahun yang akan datang. Kesiapan orangtua dan perencanaan yang matang dalam menpersiapkan generasi ang akan datang, pastinya akan memberi efek barantai. Gairah memperbaiki kualitas kecerdasan anak ini akan menurun ada generasi berikutnya. Maka tidak salah jika aku merasa optimis bahwa kehidupan 20 tahun yang akan datang generasi Indonesia akanlebih baik,

Mekipun jumlah peserta seminar tidak begitu banyak jika dibanidng dengna jumlah penduduk Indonesia. Maka ikutilah efek berantai yang mungkin terjadidari satu orangtua. Pertama orangtua yang ikut seminar, saat ini perhatian sekali dengan perkembangan anaknya. Mulai dari nutrisi, rangsangan, hingga pola asuh anak generasi orang tua baru perhatian dengan itu semua. Jelas, tujuanya adalah menjadikan anaknya masing-masing menjadi pribadi cerdas.

Setidaknya, orangtua ini akan memberitahukan pola asuhnya pada teman atau keluarga terdekatnya. Perlahan tapi pasti dampaknyaakan menyebar lebih luas. Belum lagi 25 tahun yang akan datang, anak yang sudah diasuh dengan pola asuh menjadikan anak cerdas, akan mengasuh anakmereka kelak menjadi lebih cerdas lagi. Ah, saya jadi penasaran dengan 20 tahun yang akan datang. Semoga masih diberkahi panjang umur.

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Juni 24, 2008, in buku harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. jir, editornya gimana nih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: