Sajak 5

Cerita Kali
Kustiah

Aku rindu,,,
Pada jalan-jalan yang kita lalui
Pada tandakan sawah dan pada tandakan jalan menuju kali

Kiranya masih diberikan waktu
Aku ingin menempuhinya

Melihat hijaunya air kali nan setia
Kita merenunginya sepanjang sore
Bersama rengekan pohon-pohon bambu
Karena hempasan angin

Sayang,,
Bolehlah kita melupakannya sementara waktu
Tapi kenangan itu tak akan bisa lenyap

Aku ingat
Pagi nan sejuk itu
Sementara lonceng gereja berdentang
Dan nyanyiannya bersautan

Kita bersejajar
Mengatakan bahwa kita manusia
Yang dalam sunyi lebih merasa hening
Berjanji akan saling mengasihi

Tapi jauh sebelum waktu itu datang
Aku telah menempatinya
Menungguinya di kala sore
Bersama kicau burung

Di kali itu,
Di antara rengekan pohon bambu nan rimbun

Dan kini telah lebih dari sepuluh tahun
Aku datang kembali pada kali itu
Menengok kenangan nan manis
Hendak menceritai perjalananku

Mataku menerawang
Basah,,
Air hijau itu telah ditelan bebatuan
Bahkan lumut pun tak berbekas
Kering,,
Merana
Pohon-pohon bambu itu tak lagi manja
Merengek ditingkahi angin
Kini usianya telah senja
Mungkin juga telah berganti tempat untuk anak-anaknya

Sayang,,,
Hatiku kini gersang
Karena perjalanan panjang itu
Kali ini mati, bambu berguguran
Dan perubahan tak lagi mampu mereka hindari

Aku tak sanggup menceritai pada mereka tenteng perjalananku
Justru giliranku mendengar cerita mereka
Tentang kerakusan manusia
Dan pengkhianatannya

Kadang dan lebih sering kita merasa kurang
Seolah-olah hendak hidup untuk seribu tahun lagi
Semua dirampas
Segala-galanya di hajar

Mereka tidak ingat telah beranak pinak
Ada anak cucu, cicit, dan canggah
Akan diberi apa mereka kelak

Apakah hanya akan ada cerita saja
Bahwa di kali ini lah kebahagiaan diperoleh
Ada alam yang selalu jujur
Dan kenangan dibuat

Sayangku,,
Katakan
Ke mana lagi kita akan berkunjung
Menemukan burung yang matanya tak sayu
Pohon bambu yang selalu ceria
Dan angin yang senantiasa bersahabat

Aku telah kehilangan semuanya,,

01 Juli 2008

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Juli 7, 2008, in Puisi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: