EGRANG DAN KENTHONGAN DI FESTIVAL MARDI BUDAYA

Siang itu (14/08), anak-anak sampai orang dewasa bersorak sorai menyaksikan perlombaan balap egrang (permainan dari bambu) dan lomba membuat sekaligus memukul kenthongan. Lomba tersebut dalam rangka merayakan Festival Mardi Budaya Rute 03 HUT RI ke 64 tahun 2009 dan  Hari Ulang Tahun (HUT) Kemedekaan RI.

Tidak seperti biasanya yang dimeriahkan dengan lomba sendok kelereng atau balap karung, Di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah Demak, berbagai lomba nyentrik dan berbasis budaya diselenggarakan untuk menarik perhatian warga sekitar.

Sutikno, koordinator Festival Mardi Budaya Rute 03 HUT RI ke 64 tahun 2009 sengaja mengonsep acara ini sebagai festival budaya supaya warga mengenali kembali budaya sekitar yang sempat terlupakan. “Selama ini perlombaan menyambut HUT RI hanya itu-itu saja. Saya merindukan perlombaan yang unik dan berbasis budaya,” ungkap pria berambut gondrong ini.

Maka dipilihlah lomba balap egrang, permainan dari bambu yang cara memainkannya dinaiki dan dibawa berjalan. “Permainan ini dahulu sangat familiar di kalangan anak-anak. Namun, seiring masuknya permainan berteknologi tinggi seperti PS (Play Station) dan televisi, permainan seperti ini sudah dilupakan. Maka, melalui momen HUT RI ini saya ingin mengenalkan kembali permainan ini,” tambahnya.

Selain egrang, memukul kenthongan juga mengisi agenda dalam festival budaya ini. Dalam perlombaan ini, peserta diharuskan membuat kenthongan, memukulnya serta menyanyi diiringi irama pukulan kenthongan. Panitia membebaskan peserta menyanyikan lagu sesuai pilihan mereka sendiri.

“Kami ingin membuat acara yang lain dari pada yang lain sehingga akan menumbuhkan kesan tersendiri bagi warga. Sehingga tahun ke depan acara seperti ini akan ditunggu-tunggu,” tandasnya.

Para warga sangat antusias mengikuti acara ini. Festival yang digelar sejak 1 agustus hingga 17 Agustus menyedot banyak perhatian warga. Hadiah untuk para pemenag berdatangan dari warga sekitar tanpa diminta.

Selain dua perlombaan di atas, perlombaan lainnya juga diselenggarakan seperti lomba mewarnai gambar, lomba menggambar, lomba baca puisi, lomba nguleg, lomba stagenan, lomba menulis sms, lomba tari modern (gerak dan lagu), lomba membaca teks proklamasi, lomba menghafal doa sahur doa berbuka puasa, dan lomba drama remaja.

Puncak Festival Mardi Budaya digelar pada 16 Agustus malam di depan rumah Sutikno. Pada acara ini digelar pentas kenthongan dan berbagai atraksi kesenian lainnya selain pembagian hadiah untuk pemenang tentunya. (Rien)

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Agustus 16, 2009, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: