OBROLAN TENTANG KAMERA

Muhajir Arrosyid

(muhajirar_rosyid@yahoo.co.id,

www.wartademak.wordpress.com,

www.tunu.wordpress.com)

(Demak, 06 September 2009) Di dalam subuah pesta perkawinan dokumentasi tidak kalah penting dibanding konsumsi bahkan upacaranya sendiri. Orang naik gunung pada bisa menahan untuk menunda minum atau makan tetapi tidak dapat menunda bergaya di depan kamera. Rasanya melakukan perjalanan tidak akan berarti jika tidak di dokumentasikan dengan kamera maupun video.

Sahabat-sahabat sekalian, kali ini kita akan ngobrol tentang dokumentasi terutama kamera. Karena ini hanya ngobrol maka tidak perlu meminjam pendapat orang lain, tidak perlu pula menggunakan teori apapun.

Saat ini posisi kamera sangat penting. Pendapat saya tersebut berdasar pengamatan saya saat naik gunung dan melihat tingkah polah teman-teman pendaki remaja yang sibuk bergaya di depan kamera. Saya membayangkan, andai saja batre habis atau kamera tiba-tiba mati, bisa-bisa mereka juga mendadak lesu, hilang tenaga. Satu hal lagi, saya pernah menyaksikan akad perkawinan ditunda untuk beberapa waktu gara-gara juru fotonya belum sampai di tempat. Bukankah juru foto tidak termasuk orang yang harus ada di dalam akad perkawinan? Bukankah saat Nabi Muhammad SAW dulu belum ada foto?

Peristiwa yang saya saksikan di tugumuda Semarang pada Sabtu, 05 September 2009 habis magrib turut mengukuhkan pendapat saya. Saya janjian dengan teman lama untuk melaksanakan buka bersama di salah satu tempat. Pulangnya kami melewati area Tugumuda. Saya melihat tugumuda dikerumuni banyak orang. Saya dan teman saya penasaran. Pada mulanya kami mengira ada demonstrasi malam-malam. Mendekatlah kami. Kami ikut saja dengan banyak orang memarkir motor di halaman Lawang Sewu. Kami berjalan menyebrang jalan menuju taman tugumuda. Malam itu memang indah. Kebetulan di atas bulan lingkaran penuh. Di tugumuda terlihat kilatan yang ditimbulkan oleh air mancur yang terkena sorotan lampu. Pada pucuk tugu terdapat lampu berwarna merah merona. Pemandangan yang tidak kalah penting adalah para remaja sebagai pengunjung. Ratusan remaja berkunjung di area tugumuda malam ini. Ada yang bergandengan, berpelukan dengan pasangannya, ada yang bergerombol dengan rombongannya. Mereka berpose dengan berbagai gaya dengan latar Tugumuda. Pakaian yang mereka kenakan juga beragam, dengan pilihan warna yang cukup berani. Gaya rambut juga fariatif.

Muda-mudi memotret diri sendiri dengan menggunakan fasilitas timer. Apa yang menarik dari tugumuda, tidak ada orang berjualan apapun, baik makanan, minuman, maupun pakaian. Di tugumuda yang ada hanya tugu, taman, dan air mancur.

Satu pasangan dengan pasangan lain seakan tidak saling peduli. Mereka asyik dengan pasangan dan kelompoknya sendiri. Mereka bergantian bertukar peran antara menjadi fotografer, penata gaya, dan model. Aneh-aneh gayanya. Mulai dari menungging, saling membelakangi, berpelukan, dua jari di pipi dan lain-lain.

Saya memperhatikan mereka semua. Saya mencoba memahami mereka. Saya mereka-reka ketika seumuran mereka. Otak dan perasaan saya meraba-raba perasaan dan logika mereka. Di Zaman saya seumur mereka sekitar limabelas tahun yang lalu tidak pernah saya lihat peristiwa semacam ini. Saya juga tidak pernah hal semacam ini.

Pertanyaan muncul dalam diri saya, apakah mereka benar-benar tidak saling memperhatikan? Atau sebenarnya mereka ingin menunjukkan sesuatu. Jika mereka tidak saling memperhatikan dan cuak kepada sekeliling, kenapa tidak memilih tengah malam atau pagi hari? Saya berkesimpulan, mereka adalah para penampil, sekumpulan penampil. Sekumpulan artis di televisi tugumuda. Mereka adalah sekumpulan penonton di televisi tugumuda. Apa yang menarik di tugumuda? Tidak ada pementasan musik, subuah pemensan yang paling dikunjungi kaum muda. Jawabannya, karena tugumuda memberi kesempatan berfotoria.

Seorang teman membisiki kuping saya, “Apakah ini ada hubungannya dengan facebook?” katanya. SANGAT MUNGKIN

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on September 6, 2009, in Opini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: