EKSPRESI POLIGAMI DALAM LAGU

Muhajir Arrosyid

Poligami memiliki sejarah panjang dalam peradaban umat manusia. Suatu waktu poligami dalam lingkungan priyayi, menjadi kebanggaan. Dikemukaan oleh Sartono Kartodirjo dkk. (1987), di samping isteri pertama (garwa padmi) priyayi Jawa kemudian secara berturut-turut mengambil beberapa garwa ampil (selir, ampeyan). Perkawinan poligami dimaksud untuk menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh daerah. Maka biasanya diambil anak lurah, pemuka Samin, putri seorang kyai, pemuka agama, dan lain sebagainya. Dengan demikian terbentuk jaringan hubungan yang lebih merakyat serta strategis untuk meluaskan pengaruh di kalangan luar priyayi.

Saat ini saat di mana gencar digalakkan persamaan hak antara lelaki dan perempuan, poligami diperdebatkan. Sebagian kelompok menyetujuinya bahkan ada yang membuat klup poligami yang pada deklarasinya di Bandung sudah diikuti 150 orang anggota. Sebagian masyarakat lain menolak bahkan menentang keberlangsungan poligami.

Dua lagu yang berjudul Madu Tiga yang dipopulerkan oleh Muhammad Dhani & The Swinger dan lagu Bojo Loro karya Harris Senopati dan A. Samsuri yang di populerkan oleh Cici Shahita mungkin dapat kita dengarkan sebagai ekspresi masyarakat tentang poligami.

Berikut lirik lagu Madu Tiga: //aih senangnya dalam hati//kalo beristri dua// seperti dunia//ana yang punya//kepada istri tua//kanda sayang padamu//kepada istri muda
i say i love you//istri tua merajuk//balik ke rumah istri muda//kalo dua dua merajuk//anakawin tiga//mesti pandai pembohong//mesti pandai temberang//tetapi jangan sampai//eh pecah temberang//

Dalam lagu ini tertera begitu mudahnya orang berpoligami. Poligami dilaksanakan hanya dengan alasan kesenangan belaka. Bahkan diakhir lagu tersurat jika kedua istri merajuk maka akan kawin untuk ketiga kali. Dalam lagu ini tergambar betapa perempuan sama sekali tidak dipertimbangkan dalam rumah tangga. Posisi perempuan sangat lemah. Poligami hanya digambarkan faktor enaknya saja.

Akan lebih imbang jika selain mendengarkan lagu Madu Tiga mendengarkan pula lagu yang berjudul Bojo Loro. Berikut lirik lagunya; //Abang biru lampune disko//Awak kuru Mas, mikir bojo loro//Bojo sing enom njaluk disayang//Sing tuwo njur wegah ditinggal//Sirah mumet ora bisa turu//Andum trisno Mas, ugo andum waktu//Mikir butuhe, mikir blanjane//Njur saiki bingung atine//Telung dino mulih rono//Telung dino bali neng kene//Sing sedino kanggu sopo//Sing sedino kanggu wong liyo//

Berikut jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. //Merah biru lampu disko//badan kurus memikirkan dua istri//Istri yang muda minta disayang//Yang tua tidak mau ditinggal//Kepala sakit tidak bisa tidur//Membagi cinta dan membagi waktu//Memikirkan kebutuhannya, memikirkan belanjanya//Dan sekarang bingung jadinya//Tiga hari pulang ke sana//tiga hari pulang ke sini//Yang sehari lagi untuk siapa?// Yang sehari untuk yang lain.

Sastra mencerminkan dan mengekspresikan hidup. Pengarang tidak bisa tidak mengekspresikan pengalaman dan pandangannya tentang hidup. Begitu pula kedua lagu itu mencerminkan pengalaman dan sikap penulis tentang poligami. Jika lagu Madu Tiga baru berangan-angan indahnya berpoligami, lagu Bojo Loro menceritakan tentang repotnya seseorang yang sedang melakukan poligami. Dari dua lagu ini kita dapat belajar tentang poligami, indah jika dikhayalkan dan repot jika laksanakan. Pikirkan seribu kali untuk poligami, kecuali jika Anda ingin kepala pusing, badan Anda kurus, dan tidak bisa tidur.  (Dimuat di harian Suara Merdeka 30 Desember 2009)

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Januari 6, 2010, in Opini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: