NYEPI

Muhajir Arrosyid

Adalah sebuah sore gunung-gunung bisu berjajar

Dan seorang tua menawari kita sate kelinci

Adalah sebuah malam hening kamar temaram yang mengabaikan arah kiblat

Di mana adzan magrib, isya’, dan subuh tidak terdengar

Adalah malam lenyap

Dan matahari tiba-tiba dibalik jendela

Adalah sebuah pagi perempuan renta menggendong mawar merah dan putih

Lalu lalang kuda-kuda dan gunung-gunung mengigil

Adalah siang dalam kolam puncak bukit

Kita dua jam berendam

Kekasih, mari kita lanjutkan perjalanan!

Bandungan 16 Maret 2010

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Maret 23, 2010, in Puisi. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. wawwwWWWW . . . . edun euy ..
    hebat lakh ..
    heheheheu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: