PEREMPUAN ROBOT DAN ROBOT PEREMPUAN

Sudah lama perempuan dirobotkan. Fungsinya sebagai manusia singkirkan. Sejarah perobotan perempuan yang mewujud dalam berbagai bentuk sudah berlangsung sangat lama dan terjadi di berbagai belahan dunia.

Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik yang dikontrol oleh sang pemilik. Perobotan perempuan adalah memperlakukan perempuan sebagaimana robot yang harus melaksanakan tugas-tugas mekanik tanpa mempedulikan perasaannya, tanpa mempedulikan air matanya, tanpa mempedulikan sisi kemanusiaannya. Perobotan perempuan adalah memfungsikan perempuan sebagai mesin.

Dalam kausu ini perempuan dapat diibaratkan dengan burung dalam sangkar. Burung tempat asalnya adalah alam bebas. Ia mencari makan sendiri, terbang kesana-kemari dari satu dahan ke dahan yang lain. Namun demikian, akan berbeda dengan burung yang terlalu lama terkurung dalam sangkar. Di dalam sangkar ia sudah terbiasa disediakan makanan dan minuman. Dan siburung takut saat diberi kesempatan keluar dari sangkar dan kembali kehabitat yang asli. Si burung takut nanti akan mencari makan di mana, akan berkawan dengan siapa. Burung dikondisikan untuk hidup di dalam sangkar. Maka yang dilakukannya hanya mekanis belaka. Misalnya makan saat disediakan, berkicau jika diinginkan oleh sang pemilik dan sebagainya. Keengganan si burung keluar sangkar karena adanya ketakutan akan dimangsa oleh binatang pemangsa.

Demikian juga perempuan, kita ambil saja perempuan dalam kasus pelacuran. Seorang perempuan Pekerja Sek Komersial (PSK) selalu merasa tidak enak, kurang betah dalam situasi kerjanya. Namun untuk memperoleh nafkah dan menghindari bahaya pengangguran, para PSK harus menyusuaikan diri dengan kondisi-kondisi kerja. Mereka sulit berubah karena perubahan membawa ketakutan tersendiri. PSK telah menjadi mesin dan melakukan pekerjaan yang mekanis. Memang tidak semuanya demikian, namun inilah gejala aktual. Ketakutan melepaskin diri dari lingkungan kerja juga karena bayangan-bayangan di dunia luar. Kemana akan mendapat kehidupan? Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap mantan PSK?

Yang berkembang akhir-akhir ini bukan hanya perobotan perempuan atau menjadikan perempuan bekerja selayak robot. Lebih dari itu, sekarang ini sedang berkembang robot yang didesain menyerupai tubuh perempuan dan menggantikan fungsi mekanis perempuan seperti memperagakan gaya dalam pameran busana dan memuaskan hasrat kebutuhan sek lawan jenisnya.

HRP-4C dan Roxxy

Persinggungan antara teknologi dan perempuan muncul dengan berbagai fase. Pada suatu ketika perempuan sebagai ibu rumah tangga direnggut perannya, hal ini tampak ketika tercipta mesin yang membantu kerja rumah tangga, seperti mesin untuk memasak, mesin cuci, dan mesin penyedot debu. Akan tetapi hadirnya mesin-mesin tersebut diterima dengan baik karena dianggap membantu kerja perempuan.

Dengan hadirnya robot berbentuk tubuh perempuan peran perempuan secara seksual terancam terrenggut. Maret lalu National institute of advanced industrial sciences and technology, lembaga riset yang didukung penuh dana Pemerintah Jepang merilis robot yang bernama HRP-4C, sebuah robot yang berwajah cantik dan bertubuh seksi. HRP-4C dapat berjalan selayaknya perempuan. Mata dan wajahnya juga dapat bergerak yang menunjukkan mimik sedih, gembira, dan acuh.

Tidak hanya itu, baru-baru ini perusahan dari Amerika Serikat TrueCompanion merilis robot yang diberi nama Roxxxy. Roxxxy menurut pemiliknya adalah robot sek pertama di dunia. Roxxxy didesain sebagai teman kencan bagi laki-laki. Roxxxy dapat melakukan percakapan senerhana dan merasakan sentuhan. TrueCompanion berharap Roxxxy dapan menjadi menggantikan peran perempuan di tempat tidur.

Terjadinya fenomena perobotan perempuan kemudain munculnya robot yang menyerupai tubuh perempuan karena perempuan hanya dipandang sebagai tubuh atau wadag. Perempuan dipandang tak lebih dari sekedar sekujur tubuh dengan lekukan-lekukan, lubang-lubang yang merangsang hasrat laki-laki. Pandangan seperti ini menafikan sifat kepengasuhan dan kasih sayang.

Apakah robot-robot tersebut dapat menggantikan peran perempuan sebagai istri dan ibu? Tentu saja tidak bisa, karena robot itu memang bukan untuk itu. Robot perempuan diciptakan hanya untuk menggantikan perempuan secara fisik, tubuh, dan wadag belaka. Perempuan dengan kasih sayangnya, sifat kepengasuhannya yang dimiliki ibu dan istri tidak dapat tergantikan oleh robot buatan negara manapun. (dimuat di Semara Merdeka rubrik perempuan edisi 24 Maren 2010)

Muhajir Arrosyid – Pengajar di IKIP PGRI Semarang, pengasuh Taman Kreatifitas Karya Anak Kampung (KAK) Karangawen Demak.

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Maret 24, 2010, in Opini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: