JANGAN PERNAH MENGECILKANNYA

Muhajir Arrosyid

Entah sudah berapa kali aku pindah kos dan kontraan. Tetapi hampir dapat dipastikan kepindahanku bersamaan dengannya. Satu tahun di kantor vokal, satu tahun di kontraan medoho, dua tahun di kontraan panca karya, setengah tahun di kos medoho, dan hampir satu tahun di kos kelinci. Sekarang setelah kami berkeluarga kami menjadi tetangga. Dia adalah Nugroho Heru, orangnya kecil tetapi jangan pernah mengecilkannya. Ia memiliki senyum yang menawan. Buktinya banyak cewek cantik yang kesengsem dengannya.

Waktu itu di Tlogosari di rumahnya Hari, di sebuah acara pelatihan anggota baru LPM Vokal. Anak dari Kebumen ini datang telat. Ini adalah pertemuan kami pertama.

Kenapa aku melarang Anda mengecilkannya. Walaupun secara fisik kecil tidak pernah orang berani meremehkannya. Orang-orang di sekelilingnya menghormatinya. Buktinya teman-teman di LPM Vokal sepakat memilihnya untuk memimpin organisasi itu selama satu tahun. Ia juga telah dipilih oleh sahabat-sahabati PMII komisariat IKIP PGRI Semarang untuk menjadi ketua komisariat selama satu tahun.

Bersama dia ada momen yang tak mungkin dapat aku lupa. Tradisi kami di LPM Vokal setiap ujian semester mengumpulkan buku yang dapat kami baca bersama saat liburan di kantor redaksi. Dua paket buku tersebut antara lain suluk Abdul Jalil, dan buku karya-karya Pram.

Ada sekira lima orang yang mengikuti program baca bareng tersebut. Mereka antara lain Untung, Rohana, Aku sendiri, Nug, dan Hernawan.

Kantor redaksi takubahnya sebagai pesantran. Meskin kadang dimarahi satpam, diusir disuruh pulang kami tetap bertahan. Kami mandi di kampus yang sepi karena liburan. Makanan ditaruh di atas nampan, dan kami makan bersama.

Kami adalah orang-orang yang dibakar semangat tetapi tak punya modal. Di tengah keasyikan kami bergumul dengan buku uang kami menipis dan habis. Di kantor itu kami pernah sehari makan sekali bahkan tidak makan. Pernah pula satu nasi kucing dimakan berdua. Sudahlah sudah cerita-cerita itu selesai, namun bukan berarti cerita tersebut kita lupakan begitu saja. Sekedar kita ingat sebagai pangeling-eling bahwa mencari ilmu itu susah. Selamat melanjutkan kuliah Nug, selamat berumah tangga. Keselamatan bagi kita semua. Kampung, Boneka, Durian, Masa Depan, Telur, Kambing

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Juli 5, 2010, in Tokoh Kita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: