Duta Kampung

Muhajir Arrosyid

Duta yang aku maksud dalam judul di atas bukanlah Duta vokalis band Shella on 7. Duta yang aku maksud adalah duta atau wakil. Kereta api punya duta Dedi Petet, Tinju punya duta Tamara, topeng punya duta Peggy Melati Sukama dan lain sebagainya.

Iseng-iseng pada suatu obrolan dengan istri, aku melontarkan pertanyaan. “Bagaimana jika aku mengangkat diri saya menjadi duta kampung?” dan jawaban istri saya “heleh”. Kata heleh oleh istri saya tadi bisa bermakna teguran “aneh-aneh” dan “rak penting.”

Aku sering ngawur dan nekat tetapi mengangkat diri sendiri sebagai duta meskipun hanya kampung membuatku berfikir juga. Seharian aku berfikir. Mencari referansi tata cara pengangkatan duta, bagaimana kreterianya, dapat gaji apa tidak, ada undang-undangnya tidak. Kan berbahaya belum apa-apa masuk penjara. Saya sempatkan diri diskusi dengan pakar hukum, ternyata ia juga tak tahu menahu.

Aku timbang-timbang. Apakah aku layak menjadi duta kampung. Memang aku dari kecil tinggal di kampung, aku juga punya sekolahan yang aku beri nama Taman Kreativitas Karya Anak Kampung (KAK). Jika dites prihal kampung mungkin aku nomer satu, karena tak ada peserta lain yang mau ikut. Asal jangan judul lagunya SBY ditanyakan. Karena masih jauh terkenal lagunya Wali dan ST 12.

Aku terperanjat dan sadar, kenapa Tinju mengangkat Tamara sebagai duta Tinju Indonesia? Ini jelas aneh, saya belum pernah melihat Tamara itu naik ring untuk bertinju. Alias Pikal, orang yang dikenal seantero negeri kepertinjuannya sekarang terdampar sebangai penjaga diskotik, tertangkap sebagai pengguna narkoba lagi. Jika Tamara dibayar sebagai duta tinju, jangan dihitung dosa jika Alias Pikal iri, dengki, dan dendam.

Aku tidak tahu juga kenapa Dedi Petet yang diangkat menjadi duta kereta api bukankah lebih mending ibu-ibu penjual pecel di gerbong kereta api, syukur-syukur duta kereta api diambil dari penjada gerbang kereta api atau mantan masinis. Dan ternyata bukan.

Aku juga tidak tahu kaitannya Peggy yang suka pusiiing itu dengan dunia pertopengan sehingga dianggkat sebagai duta topeng.

Setelah melihat, memperhatikan, memelototi angkat mengangkat duta yang ngawur seperti itu maka saya dengan segera sebelum duta kampung diberikan kepada temanku Nicolas Saputra maka menetapkan diri saya sendiri sebagai duta kampung. Pelaksanaan tugas dimulai dari dibacanya tulisan ini oleh pembaca. Prihal gaji, tunjangan, dan fasilitas dan lain-lain, pembaca diharapkan segera mengirimkannya melalui rekening saya. Dana tersebut akan saya gunakan keliling kampung di seluruh Indonesia dan studi banding ke Belanda. Tentang visi, misi, dan tujuan duta Kampung sekarang sedang dirancang, dirapatkan antara diri saya dengan diri saya.

Demikian keputusan ini saya tulis untuk digunakan seperlunya bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Sekian. Wassalam.



About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Januari 4, 2011, in buku harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: