KEN TELAH TUJUH BULAN

Anak saya, Ken, kini sudah berusia 7 bulan. Aktifnya luar biasa. Kalau digendong minta turun, kalau ditidurkan minta digendong. Jika ditaruh di stroller mintanya miring-miring mau tengkurap. Jika ditaruh di baby walker, wah…Embah, Om, Bapak dan Ibunya harus ekstra hati-hati. Ken pernah satu kali turun meluncur dari teras rumah sampai ke halaman depan karena bapaknya sedikit lengah mengawasi. Untungnya tidak sampai terjungkal. Atau bablas di jalan umum.

Nah, kelengahan ini pula yang saya alami suatu siang yang terik. Kelengahan ini berbuntut pada Ken yang merangkak sendiri sampai keluar rumah.  Cerita detilnya begini; saat itu siang sekitar pukul 1. Seperti biasa saya menyusui Ken di kamar. Biasanya dia akan segera terlelap karena memang jam tersebut adalah jam tidur.

Tiga menit pertama menyusui, saya lihat mata Ken sudah byar pet, sebentar melek sebentar merem. Itu tandanya ia akan segera tertidur pulas. Saya pun PD ikut-ikutan tidur, karena memang saya agak lelah dan udara kamar yang diangini kipas angin mendukung mata untuk segera terlelap. Tidak berapa lama kemudian saya nglilir. Alangkah kagetnya saya, saat mengetahui Ken sudah tidak ada di kasur. Kebetulan tempat tidur kami lesehan tidak ada dipannnya. Dugaan saya dia sudah merangkak keluar kamar. Masih dengan kondisi mata yang hayub-hayuben, saya cari Ken di ruang lain dekat kamar tidur kami. Di ruang makan, di ruang tv tidak saya temukan Ken. Lalu saya beralih mencarinya keluar. Oh my god! I found him! Ken tengkurap persis di depan pintu samping. Ia meraung-raung, mungkin minta tolong karena ia tidak bisa kemana-mana, karena posisi tanah yang tidak rata menjebaknya tidak bisa bergerak. Cepat-cepat saya angkat Ken. Baju dan celananya kotor oleh tanah yang basah karena semalam hujan. Duh Gusti, maturnuwun! Saya segera menemukan Ken. Jika tidak. Ah, tidak usah diteruskan. Setelah itu cepat-cepat bajunya saya lepas dan diganti dengan yang bersih.

Sepulang kerja, suami saya pulang. Saya ceritakan kejadian ini kepadanya. Ia hanya tersenyum. Lalu berkomentar, “Wah seharusnya tadi Ken dipoto saat tengkurap di luar rumah itu, biar bisa diupload!” Meledaklah tawa kami! (Tri Umi Sumartyarini)

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Februari 7, 2012, in buku harian. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Elina Aenil Firdaus

    mbak rini, besok lagi panggil orang lain.. jadi yang satu nolong, yang satu sie dokumentasinya, hehe..

  2. Jadi kangen Ken

  3. Hmmm betul ntu bpak nya hehe qidding, yah bapakna terlalu terobsesi jadi foto grafer, jadi tak ingin melewatkan moment penting-(gaswat).

    Hmmmm pak, mang orang panik lihat anak nya nangis di tempat pecek ndk nolong malah ambil kamera di abadikan dulu_haha

    Ibu jga lebih hati2 maning- saran q jgan terkecoh oleh kedipan mata ken- ken persis ayah nya pinter ekting, aktor, seniman, syg nya ada yg kurang teteh belum paparkan, ken nangis ambil nada kunci nya dari C A# D# G F hehe qiding nada kuncinya belum di ceritakan diisitu_hehe

    Ken lucu u bikin siaga 1 orang rumah-ketika kamu berbuat sesuatu-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: