MEMBANGUN DENGAN IKHLAS

Dukuh Cabean, Desa Sidorejo, Kecamatan Karengawen, Kabupeten Demak. Tempat ini sering kita lihat di media baik cetak mapun elektronik saat musim banjir. Media mengabarkan Dukuh yang terletak di lereng sungai Cabean ini karena terkena banjir. Musim hujan tahun ini saja dukuh ini terkena banjir hingga sepuluh kali. Penyebabnya selalu sama, tanggul jebol.
Derita banjir itu masih berlanjut sampai berbulan-bulan setalahnya. Penduduk yang rumahnya berlantai tanah menunggu dua bulan sampai lantainya menjadi kering kembali. Banjir juga membuat jalan menjadi rusak, ternak terkena penyakit, dan sawah gagal panen.
Namun, tampaknya derita banjir itu tidak mempengaruhi semangat anak-anak untuk terus belajar. Hal itu tampak pada malam itu, (20/06) habis isya’ di halaman Madrasah Hidayatus Syibyan dukuh Cabean, Desa Sidorejo, Karengawen, Demak, anak-anak usia Sekolah Dasar fasih melafalkan ayat-ayat Qur’an dalam acara Haflah Akhir Sanah TPQ Nurul Hikmah dan Madrasah Diniah Hidayatust Shibyan. Acara yang dihadiri sekitar lima ratus pengunjung itu diisi dengan Khotmil Qur’an oleh anak-anak TPQ, penyerahan kenang-kenangan kepada tiga lulusan terbaik siswa madrasah, dan di tutup dengan wejangan bijak oleh KH. Abdul Hamid dari Grobogan.
Menurut H. S. Abdul Rosyid, Kepala Madrasah bahwa madrasah ini didirikan, dikelola, dan dibiayayai oleh masyarkat. “Madrasah ini didirikan atas keikhlasan masyarakat, ada yang ikhlas menjadi guru tidak digaji, ada yang ikhlas menyumbang dana untuk operasional, ada juga yang ikhlas memasukkan anaknya untuk sekolah di madrasah ini.” Tutur Abdul Rosyid.
Khoriah, Kepala TPQ menambahkan bahwa keikhlasan orang tua menyekolahkan anaknya juga hal yang tidak kalah penting, “Bagaimana mungkin sekolah berdiri tanpa kehadiran murid yang serius belajar. Murid yang ogah-ogahan di kelas juga mempengaruhi suasana belajar. Keseriusan murud dalam belajar juga dipengaruhi atas anggapan bahwa madrasah itu penting bagi mereka. Sehingga saat siswa tidak berangkat akrena malas orang tuanya mengingatkan.” Tutur Ustadzah.
Usia khotmil Qur’an selesai diadakan demonstrasi. Oleh guru-gurunya peserta khotmil Qur’an diuji kemampuan penguasaan isi dan cara membaca yang benar dihadapan para hadirin. Bahkan pada satu kesempatan salah satu tamu diberikesempatan untuk menguji kemampuan peserta kemampuan khotmil Quran. “Ayo nanti yang bias ngacung dan yang dapat menjawab dengan tepat mendapat hadiah. Coba terangkan isman” Tanya salah seorang tamu.
Seorang peserta perempuan bernama Ika menjawab “Isman adalah bibir mecucu di tengah-tengah dengung sebagai isarat gema terdapat di surat yusuf.” Jawab Ika dengan lantang.
Acara ditutup dengan hadirnya K.H.Abdul Hamid dari Grobogan member wejangan bijak dengan cara unik. Dia menghadirkan beberpa tokoh wayang untuk membantu menyampaikan dakwahnya. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa wayang masih sangat diminati masyarakat hanya saja perlunya penyesuaian menyajikannya. Abdul Hamid menyampaikan bahwa seharusnya para orang tua berterimakasih dengan para guru madrasah. Karena menurutnya yang memiliki kuwajiban member pelajaran pada anak adalah orang tua. “Nantinya yang diminta pertanggungjawaban adalah orang tua. Buat anak itu gampang, menjadikannya anak soleh yang susah dank arena itu para orang tua membutuhkan bantuan para guru” Kata Abdul Hamid.
Dalam pendidikan menurut Abdul Hamid, pembiasaan itu penting. Abdul Hamid menampilkan tokoh wayang yang pada masa kecilnya diberimakan daging manusia oleh pembantunya. Mula-mula dia menolak tapi lama-kelamaan suka dan ketagihan hingga saat menjadi raja menjadi raja pemakan manusia.

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Oktober 8, 2012, in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: