5cm:Indonesia Itu Cantik Coy

5cmSaat ini di Indonesia sedang tren film-film yang bertemakan mengejar impian. Sebelumnya sudah ada Laskar Pelangi dan Negeri 5 Menara. 5cm. adalah film terbaru yang bertema sama. Mimpi menjadi kata kunci dalam film ini.

Film yang disutradari oleh Rizal Mantovani ini berkisah tentang persahabatan antara Genta (Ferdi Nuril), Zafran (Herjunot Ali), Rianni (Raline Shah), Ian (Igor Saykoji), dan Arial (Denny Sumargo). Kecuali Ian, keempat sahabat ini baru saja lulus dari kuliah. Karena bosan hanya kumpul-kumpul saja dan tidak menghasilkan sesuatu, Genta mengusulkan agar kelima sahabat ini berpisah sementara dan mengejar impian masing-masing selama 3 bulan. Kelak setelah tiga bulan, mereka akan merayakan pertemuan kembali di suatu tempat untuk reuni; Gunung Semeru.

Benar saja, 3 bulan berlalu. Arial berhasil kenalan dengan seorang perempuan dan berhasil memacarinya. Genta berhasil dalam pekerjaannya. Pencapaian paling hebat adalah milik Ian.  Ian berhasil merampungkan skripsinya dalam waktu 2 bulan di bawah dosen bimbingan yang super galak, Sukonto Legowo.

Kelima sahabat tersebut menjalani pendakian di Gunung Semeru. Di Semeru mereka benar-benar menemukan arti persahabatan, nasionalisme dan dilema cinta segi empat. 5cm. disajikan dengan segar dan berhasil menuai tawa di setiap adegan lucunya. Salah satunya saat  Zafran berimajinasi tentang g-string dan beha hitam yang dipakai Dinda (Pevita Pearce). Adegan ini sukses memancing gelak penonton.

Keluwesan Cerita

Keluwesan cerita menjadi faktor penting dalam film. Melalui cara bercerita yang luwes atau lumrah seperti halnya kehidupan nyata, penonton akan percaya atau membenarkan cerita dalam film. Namun, agaknya keluwesan cerita tidak begitu diperhatikan pada saat sekelompok sahabat tersebut menjalani pendakian di Semeru. Pada adegan pendakian, kelima sahabat ini tidak berinteraksi dengan pendaki lainnya. Satu-satunya adegan percakapan dengan pendaki lain adalah saat Genta bertanya tentang abu vulkanik yang turun di Kalimati. Kesunyian percakapan ini menimbulkan kesan dunia seperti hanya milik mereka. Padahal momentum 17 Agustus adalah waktu dimana gunung ramai dikunjungi oleh pendaki. Pendakian adalah perjalanan berat. Solidaritas antar sesama pendaki sangat kental. Tidak jarang antar kelompok pendaki berkenalan atau bekerjasama dalam menjalani pendakian. Namun, dalam 5cm. percakapan dan keakraban antara sesama pendaki tidak begitu ditampilkan.

Zona Nyaman-Tidak Nyaman-Ke Zona Nyaman

Menonton 5cm. jangan kuatir mengerutkan dahi karena jalan cerita yang sulit atau permasalahan  pelik yang dihadapi tokoh-tokohnya. Ini film ringan. Disajikan dengan tujuan benar-benar menyenangkan penonton. Ikuti saja alurnya. Secara keseluruhan tokoh-tokoh pada film ini ditempatkan pada zona nyaman menuju zona tidak nyaman dan kembali ke zona nyaman.

Kelima sahabat ini berlatar belakang kaya dan hidup enak. Mobil mewah dan rencana studi ke luar negeri adalah tanda bahwa mereka berada di zona nyaman. Dari zona aman tersebut mereka memasuki zona tidak nyaman dengan memilih untuk berpisah sementara waktu. Puncak zona tidak nyaman tersebut adalah saat pendakian di Gunung Semeru. Mereka harus menempuh perjalanan yang sulit dan melelahkan yang tidak pernah mereka alami sebelumnya. Kejutan kecil dalam film ini terjadi saat Rianni berterus terang kepada Genta bahwa ia menyukai Zafran. rumitnya cinta segi empat ini terurai setelah mereka menaklukkan Semeru. Padahal sebelumnya alur film ini membawa penonton memahami bahwa Genta dan Rianni saling memendam cinta. Sedangkan Dinda yang semula ditaksir oleh Zafran naksir Genta. Di akhir cerita Zafran menikah dengan Rianni, Ian menikah dengan Happy Salma, Arial menikah dengan pacarnya. Akhir cerita ini berhasil memuaskan penonton. Kembalilah mereka pada zona nyaman. Penonton pun berbahagia karena lega masing-masing tokoh menemukan cinta. Tidak ada yang jomblo.

Di luar itu semua film ini menarik karena sarat nila-nilai persahabatan dan nasionalisme. Pengambilan angle gambar yang sangat brillian menjadikan alam Semeru semakin memukau penonton. Pesan untuk mencintai Indonesia dengan menunjukkan alamnya yang indah sangat mengena dan mengharukan. Pesan tersebut seperti yang tergambar dalam adegan ketika Zafran berucap, “Tuhan, negeri ini memang indah. Bantu kami menjaganya.” Sesaat setelah mengucapkan kata-kata itu, ia mengusap air mata. Ya, negeri ini memang indah, tidak sepantasnyalah kita buat ia menitikkan air mata.*** (Tri Umi Sumartyarini)

Iklan

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Desember 20, 2012, in Film/Sinetron. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: