NONTON BOLA, SAYA PAHAM KENAPA NEGERI INI DIJAJAH LAMA

Setelah menyaksikan pertandingan beruntun Timnas Indonesia melawan clup-clup Eropa saya jadi paham kenapa dulu negara Ini dijajah begitu lama. Negara ini sungguh terlihat sekali tidak berdaulat, komentator minder, penonton tidak mendukung, dll,

            Anda bayangkan saja betapa beratnya menjadi pemain sepakboa Indonesia, di negerinya sendiri mereka sama sekali tidak mendapatkan dukungan. Seluruh stadiun dibirukan oleh pendukung chelsea, dimerahkan oleh pendungung leverpool, dimerahkan oleh pendukung arsenal, dan orangekan oleh pendukung Belanda.

            Penonton adalah pemain kedua belas, itu biasa saya dengar dari komentator-komentator sepakbola yang saya yakin tidak becus main bola. Mereka bermain di lapangannya sendiri mengharapkan mendapat dukungan tetapi justru hadir sebagai tokoh antagonis yang disoraki hoo. Saya sempat melihat wawancara sebelum pertandingan melawan leverpool beberapa waktu yang lalu. Dua orang perempuan diwawancarai oleh reporter ditanya berapa kira-kira skornya nanti? Jawabannya sepuluh-kosong untuk liverpool. Saya bilang begini: clup-clup Eropa itu sudah unggul dalam segala hal, mereka tidak didukung juga akan bermain bagus karena memang pemain-pemain pilihan dari seluruh dunia yang bayar mahal. Justru Indonesia yang membutuhkan dukungan.

            Saya tahu mereka yang hadir adalah clup-clup bukan lawan yang setara, tetapi menyaksikan saudara sendiri bekerja sendiri, berlari kesana-kemari rasanya kasian juga. Yang membuat diri saya sedih adalah saya tidak melihat adanya kebanggan terhadap bangsa ini, saya tidak melihat persaudaraan antar sesama orang Indonesia padahal hal inilah yang mengikat terbentuknya sebuah bangsa.

            Anda bayangkan betapa  beratnya menjadi pasukan Timnas Indonesia. Bukan hanya tidak di dukung di negaranya sendiri tetapi juga setelah kalah masih juga diperolok. Sebuah watak yang memalukan. Tulisan di kompasiana juga penuh dengan olok-olok tersebut.

Kita bangsa penggemar

            Kita adalah bangsa penggemar, siapapun yang datang kita sanjung-sanjung. Inilah yang memperjelas pemahaman saya. Kenapa bangsa ini dijajah begitu lama? Karena ketika para penjajah itu datang, banyak di antara penduduk di negeri ini terkagum-kagum, memuja-muja dan menjadi penggemarnya. Mungkin karena tubuhnya lebih jangkung, mungkin pakainnya lebih bagus, mungkin kulitnya lebih putih. Setelah itu karena di antara kita tidak berdaulat maka kita mudah sekali dipecah belah. Sebagian mau bekerjasama dengan penjajah, sebagian membela bangsa sendiri. Entah sampai kapan kita menjadi bangsa penggemar seperti ini.

Apasih perjuangan itu?

            Perjuangan belum selesai. Kalau dulu perjuangan adalah merebut kemerdekaan. Dan perjuangan saat ini adalah meningkatkan prestasi. Dan kita akan menjadi bangsa yang merdeka kalau prestasi negeri kita melebihi prestasi negara-negara yang dulu menjajah kita. Mereka atlit-atlit sudah berjuang setidaknya berusaha membela bangsa. Dan kita menjadi pemandu sorak saja tidak mau. HAI PEJABAT, HENTIKAN KORUPSIMU!

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Juli 25, 2013, in Opini and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: