10 Pertanyaan Untuk Menciptakan Tokoh Fiksi yang Meyakinkan

TOKOH FIKSIBerikut adalah 10 pertanyan untuk membantu pengarang menciptakan tokoh fiksi yng meyakinkan. Saya sengaja mencarinya dari artikel berbahasa Inggris dan kemudian saya uraikan dengan bahasa saya sendiri.  Menciptakan narasi fiksi yang keren, kita dapat mengolah diskripsi yang komplit, bisa menggunakan diskripsi ruang maupun diskripsi kesan. Kita juga bisa mengolah unsur-unsur interinsik seperti tema, tokoh, latar, dan konflik.

Ok kita mulai dari tokoh terlebih dahulu. Bagimana kita dapat minciptakan tokoh yang menyakinkan, yang seolah-olah benar-benar ada dan hidup di sekeliling kita. Tentu saja pembaca tidak perlu tahu bahwa kita telah mempersiapkan, membangun tokoh dengan sedemikian rupa. Tapi kita sebagai penulis harus mengenal tokoh-tokoh kita agar cerita kita menyakinkan.

(1)   Dimanakah tokohmu itu tinggal? Setting adalah faktor yang sangat penting dalam sebuah cerita. Setiap tokoh lahir dan terbentuk oleh lingkungan. Bagaimanakah negara tempat tokoh anda itu tinggal? Di daerah manakah? Ia hidup sendiri atau dengan keluarga? Di perumahan kumuh atau di perumahan mewah? Apa yang ia rasakan dengan tempat tinggalnya akhir-akhir ini? Dan segala pertanyaan prihal tempat.

 

(2)   Pertanyaan berikutnya adalah, dari mana tokoh Anda berasal? Di mulai dari mana kehidupan tokohmu? Apakah dari desa di lereng hutan? Ataukah di perumahan, apa dari ibu kota? Asal seseorang mempengaruhi karakter, kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi dengan mereka, dan bagaimana dia menanggapi dunia di luar dirinya.

 

(3)   Pertanyaan berikutnya adalah, berapa sih usia tokohmu? Pertanyaan yang sederhana bukan? Tapi ini merupakan pertanyaan yang penting dan wajib dijawab, jika tidak terlebih dulu Anda menentukan berapa usia tokoh Anda maka Anda tidak akan mendapatkan rincian yang tepat. Dia menggunakan Hp jadul apa Hp jenis terkini, dia minum di café atau di kucingan? Sumber keuangan dari orang tuanya atau sudah menghasilkan uang sendiri?

 

(4)   Bagaimanakah tokoh Anda dipanggil/Apakah Bambang, Getto, atau Parjo? Nama berhubungan dengan budaya. Jika penamaan dilakukan dengan benar maka ia akan menjadi karakterisasi yang kuat. Sebuah nama tokoh menyuguhkan banyak sekali informasi seperti; etnis, usia, latar belakang dan kelas sosial.

 

(5)   Bagaimanakah tokoh Anda diidentikan (terlihat seperti)? Apakah tokoh Anda terlihat dan cukup tinggi di kerumunan pasar malam? Atau jangan-jangan dia punya masalah berat badan dan tidak percaya diri melihat cermin? Yah… meskipun tidak perlu Anda melukis atau menggambarkan sejelas-jelasnya, paling tidak detail fisik membantu pembaca percaya pada tokoh, dan membantu Anda membayangkan bagaimana karakter Anda beraktifitas sehari-hari.

 

(6)   Bagaimanakah masa kecilnya, pengalamannya?  Dalam dunia nyata, sebuah tokoh ditentukan oleh latar belakangnya. Bagaimana dia dibesarkan, di tengah keluarga yang bagaimana? Kelaurganya harmonis apa berantakan? Bagaimanakah tokoh Anda berkomunikasi dengan orang lain? Ia seseorang yang minder apa percaya diri? Galau atau tenang? Sifat-sifatnya tersebut mungkin saja dipengaruhi oleh masa lalunya.

 

(7)   Bagaimanakah kehidupan karakter Anda? Seberapa informasi yang dibutuhkan, pertanyaan perlu dijawab, tergantung pada plot sebuah cerita. Mungkin Anda butuh menyajikan bagaimana tokoh Anda menghasilkan uang. Seorang pemain teater tentu saja pandangan hidupnya berbeda dengan akuntan. Seorang pemborong proyek tentu saja akan menggunakan bahasa yang berbeda dengan seorang dosen sejarah. Bagaimana mereka memandang masalah dalam keluarga juga ditentukan oleh kariernya.

 

(8)   Bagaimana tokoh fiksi Anda menghadapi konflik dan perubahan? Kebanyakan cerita dipengaruhi oleh sebuah konflik dan perubahan. Dari kenyamanan menuju ketidak nyamanan atau sebaliknya. Keluarga yang baik-baik saja tiba-tiba salah satu dari anggota keluarga ada yang selingkuh, sakit parah, dan sebagainya. Bagaimanakah tokoh Anda menghadapi semua masalah itu, mabukkah, nyabu, atau ke masjid, atau ke makan para wali?

 

(9)   Siapa saja yang ada dalam kehidupan tokoh fiksi Anda? Bagaimana seseorang berinterksi dengan orang lain menggambarkan karakter tokoh. Interaksi dengan tokoh-tokoh lain ini menawarkan cara untuk memberikan informasi kepada pembaca. Pilihlah orang-orang yang tepat yang akan dipertemukan kepada tokoh fiksi Anda yang memungkinkan untuk mengembangkan cerita atau menyampaikan informasi. Bisa saja dia pengemis, pengamen, atau kendektur bus.

 

(10)           Terakhir, apa tujuan atau motivasi tokoh Anda dalam cerita yang Anda buat? Dalam cerita yang panjang pertanyaan ini harus di pertanyakan berulang-ulang. Jika ragu tentang bagaimana, apa yang harus dilakukan oleh tokoh Anda maka pertanyakanlah lagi apa tujuan tokoh fiksi Anda, apa yang diinginkannya. Kira-kira begitu. Selamat mencoba. (Muhajir Arrosyid)

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Agustus 3, 2013, in Tips and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: