ESTETIKA SURAT DUA LELAKI ANGKUH

Ilustrasi cerpen Pohon Tanjung Itu Cuma Sebatang karya Benny Arnas yang dimuat oleh Jawa Pos edisi Minggu 18 Agustus 2013 menunjukkan gambar lelaki tua menutup mata, ada surat, dan rumah. Cerpen ini memang bercerita tenang hal-hal usang. Betapa tidak usang? Di zaman email begini masih membicarakan surat berprangko.

            Cerpen ini bercerita tentang seorang renta sebatang kara. Konflik antara bapak dan anak laki-lakinya. Kamu tahu sendiri pembaca, bagaimanakah watak para lelaki. Keras kepala, saling angkuh. Meskipun sebenarnya cinta. Keangkuhan seorang bapak dan anak laki-lakinya itulah yang membuat mereka berpisah sekian lama hingga satu di antara mereka mati.

Tanjung, renta dalam cerita ini adalah seorang pejuang kemerdekaan, veteran. Ia dulu pernah memiliki keluarga yang indah. Sayang sekali kebahagiannya goyah setelah istrinya meninggal saat melahirkan anaknya. Maksud baik tak selalu diterima dengan baik. Ia kamin lagi, maksudnya adalah agar ada yang bisa merawat anak laki-lakinya yang bernama Misral. Sayang sekali ia tidak cocok dengan istri keduanya sehingga hubungan pernikahannya berakhir dengan perceraiaan. Ia kawin cerai sampai kelima kali.

Misral anaknya yang enam belas tahun malu diperolok oleh teman-temannya sebagai anak kucing jantan yang gemar menelantarkan jalang. “Tabiat Bapak umpama pohon tanjung. Makin tua makin gemar menumbuhkan cabang dan menggugurkan daun mati,” begitu sindir Misral kepada bapaknya.

Sang renta terbakar dengan apa yang diucapkan oleh anaknya itu. “Tahu apa kau tentang daun tanjung? Pernah kau merasakan perjuangan mengusir para penindas berkulit jagung itu?…..” dan seperti yang sudah saya beritahu di atas bahwa laki-laki adalah kesombongan, keangkuhan, dan tidak ada yang mau mengalah. Anaknya melawan dan mengunakan perumaan bahwa apa yang dilakukan oleh bapaknya sejatinya lebih tajam dari mata tombak. Dan pada tahun 1966 itu Sang Tua mengusir anaknya.

Hari-hari tuanya dicekam kerinduan terhadap anaknya. Selama pergi hanya sekali anaknya mengirim surat berisi foto keluarga tanpa kata-kata. Di masa tuanya yang sebatangkara hari-harinya hanya ia habiskan dengan menunggu surat dari Misral anaknya sambil menyesali perbuatannya di masa lampau.

Dan sebuah surat yang ia nanti-nantikan datang menambah duka yang kain mendalam. Surat itu bukan dari anaknya melainkan dari Rosnah menantunya: “Teriring salam kerinduan dari kaki Gunung Seulawah. Bapakku, dengan berat hati, kabar duka ini Rosnah antarkan. Bang Misral sudah meninggal dunia dua hari sebelum surat ini ditulis. Pagi itu angin berhembus amat kencang……”

Dalam surat itu juga dikabarkan, saat sekarat di rumah sakit, Misral meminta kepada Rosanah untuk mengabari bapaknya nanti saja setelah pemakaman agar tidak merepoti bapaknya yang sudah renta. “Kami akan mengunjungi Bapak bila masa dan nasib masih berkenan.” Rosnah menutup surat tersebut.

Cerpen atau novel dengan konflik antara bapak dan anak sudah banyak ditulis. Apa menariknya cerpen ini dibanding cerpen-cerpen dengan tema sejenis yang pernah ditulis? Kenidahan cerepn ini adalah kemampuan penulis mendiskripsikan ruang dengan perumpamaan-perumpamaan yang keren. Benny Arnas yang asal Sumatra Selatan melanjutkan tradisi sastra melayu dengan kata-kata yang elok dan enak didengar. Apalagi kata-kata yang tertuang dalam surat lembut tapi mengobok-obok isi dada. Saya sengaja memberi banyak kutipan agar pembaca juga dapat menikmati keindahan kata-katanya. Anda harus membaca sendiri cerpen ini. Percayalah. (muhajir arrosyid)

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Agustus 22, 2013, in Kritik Sastra and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: