DILARANG NGETEH ITU SEPERTI DILARANG KAWIN

Aku tidak begitu suka kopi, aku lebih suka teh. Meminum kopi bagiku bagaikan ritual. Menghirup aroma wanginya dalam-dalam sebelum meminumnya sedikit demi sedikit masih dalam keadaan panas. Saat lembur kerja, membuat bahan presentasi, ngoreksi tugas mahasiswa, maupun nulis artikel untuk koran aku selalu ditemani dengan teh kental seteko. Aku biasanya membuatnya sendiri, tidak terlalu manis asalkan kental. Ritual minum teh ini aku awali saat masih kuliah. Mulanya teman kosku bernama Lukman asal Brebes sering mengajak  meminum teh. Saat itu aku merasakan minum teh nikmat benar. Sambil ngbrol gelas diisi sedikit demi sedikit. Sejak saat itu aku berteman dengan teh. Teh poci tepatnya. Teh kepyur bukan teh celup.  

Setiap bulan aku selalu sedia teh teman karibku tersebut sampai pada suatu malam. Tadi malam sebagun tidur badanku terasa pegal pegal dan kaku. Bagian pergelangan tangan malah terasa sakit. Di belakang lutut saat rukuk juga sangat sakit. Bergilah aku ke klinik kantor. Dokter memeriksa darahku dan ternyata asam uratku 10 koma sekian. Padahal menurutnya asam urat normal adalah kurang dari tujuh. Pantas badanku sering pegal-pegal. Setelah memberi obat bodokter itu memberi saran makanan yang harus dihindari dan dikurangi yaiyu kacang-kacangan, bayam, ikan laut, dan teh kental. “Teh boleh Mas tetapi jangan kental-kental. Manisnya tidak masalah, kentalnya yang dikurangi.” Wuih, mungkin begini ya rasanya perokok disuruh berhenti merokok, alkoholis dipaksa berhenti minum, dan sabuis dipisahkan dengan sabu. Serasa dilarang menikah sama perempuan pilihan terkasih. Bagiku meninggalkan masih gampang-gampang saja tetapi meninggalkan kental teh seperti kelhilanga suplemen penguat tenaga.

Ya diet teh kental dan makanan lain yang mengakibatkan tubuhku kaku kayak robot ini suka tidak suka harus aku lalukan. Meskipun mereka adalah makanan  dan minuman kesukaan.

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Januari 8, 2015, in Tips. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: