GETUK GORENG

Getuk Goreng

Siapa yang tidak kenal dengan salah satu jajanan Nusantara yang satu ini. Jajanan berbahan dasar Singkong ini masih menjadi salah satu makanan favorit dan unggulan bagi orang Indonesia, khususnya daerah Jawa. Orang-orang kerap menyebut jajanan tersebut adalah getuk goreng. Menurut sejarahnya, getuk goreng ditemukan secara tidak sengaja oleh Bapak Sar Pirngad pada tahun 1918. Sar Pirngad merupakan penjual nasi rames di daerah Sokaraja. Berawal dari getuk basah dagangannya yang tidak habis terjual, maka munculah suatu ide untuk mengolah dagangannya tersebut agar tidak terbuang sia-sia, yakni dengan cara menggorengnya. Sejak tahun 1919-1923 getuk gorengnya disajikan secara gratis, dari rasanya yang khas banyak orang yang berminat dan menyukainya. Sehingga sejak tahun 1924 getuk goreng milik Sar Pirngad diperdagangkan dan  menjadi salah satu makanan khas daerah Sokaraja.

Getuk goreng merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari bahan dasar singkong yang ditumbuk kemudian digoreng. Akan tetapi, getuk goreng yang satu ini berbeda dengan getuk goreng yang seperti biasanya, tampilannya pun lebih unik dan variatif mengikuti perkembangan zaman. Bentuknya seperti pastel (bulan sabit atau setengah lingkaran) dan terdapat gula di dalamnya, hal demikian menambah daya tarik tersendiri. Ketika getuk goreng tersebut sampai di lidah, bisa membuat orang ketagihan karena rasanya yang krispi dan manis, ditambah lagi gula pasir yang ada di dalamnya ikut meleleh seperti caramel sehingga wajar saja kalau banyak orang yang menyukainya.

foto 1Lebih nikmat ketika getuk goreng disajikan dengan teh hangat. Selain enak, getuk goreng yang berbahan dasar singkong ini juga mempunyai gizi dan manfaat bagi kesehatan. Kandungan gizi dan manfaat singkong yang terdapat pada getuk goreng di antaranya, sumber energi (mengandung karbohidrat), mengandung serat dan 0 kolesterol (menurunkan tekanan darah, membantu pencernaan, dan mencegah resiko obesitas), mengandung protein (protein dalam singkong lebih tinggi dibandingkan ubi, kentang, pisang, dll.), sumber vitamin K (berguna dalam membangun masa tulang dan pengobatan penyakit alzaimer), Magnesium dan Tembaga (mengurangi osteoporosis dan menurunkan tekanan darah), tinggi Kalium (mengatur detak jantung dan tekanan darah). Jadi, tidak perlu lagi khawatir ketika kita mengkonsumsinya. Selain terdapat banyak sekali gizi dan manfaatnya, getuk goreng juga mudah dalam proses pembuatannya.

Sebelum membuat getuk goreng, siapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti: singkong, garam halus, gula pasir, minyak goreng.

foto 2Setelah bahan-bahan tersebut sudah disiapkan, selanjutnya adalah tahap membuat getuk goreng. Langkah pertama dalam membuat getuk goreng yaitu, singkong dibersihkan terlebih dahulu. Kupas kulitnya kemudian cucilah dengan menggunakan air sampai bersih. Kedua, kukus singkong yang telah bersih di dalam kukusan panas kurang lebih selama satu jam sampai singkong tersebut matang dan empuk. Ketiga, setelah singkong matang kemudian tumbuk sampai rata dan halus, lalu masukan garam secukupnya ke dalam adonan getuk yang sudah jadi.

Keempat, bentuklah atau cetaklah adonan getuk tersebut menjadi sebuah lingkaran yang tipis, sehingga mempermudah dalam menbentuk bulan sabit atau setengah lingkaran, begitu seterusnya sampai adonan tersebut habis.

Kelima, ambil satu adonan yang sudah di cetak, kemudian masukan gula pasir di tengah-tengahnya lalu lipat mejadi setengah lingkaran (bulan sabit). Tutup bagian tepi yang masih terbuka, lakukan seperti itu terus-menerus sampai adonan habis.

foto 5Keenam, panaskan minyak goreng, setelah panas gorenglah getuk yang sudah dicetak setengah lingkaran (bulan sabit). Dan langkah yang terakhir, tunggu getuk goreng sampai matang dan warna kuning keemasan, pastikan kalau getuk yang digoreng sudah matang. setelah matang angkat lalu tiriskan. Sajikan getuk goreng pada sebuah piring lalu hias sesuai kreasi Anda.

(Ditulis oleh Tri Maryati, Atina Khusnia, Ananto Eko Saputro, Maznifar Izaturrizan, Khisbul Afif, Muhammadun Al Anwar, Ahmad Basori, Ika Wahyu Fitriyani, Silvia Yulia Ningrum)

 

Iklan

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Juni 13, 2015, in kuliner kampung and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: