JANGANAN HOROK-HOROK

Horok-orok ini sangat cocok dimakan dengan bakso balungan, janganan horok-horok, apalagi ditambah dengan sate cecek yang terbuat dari kulit sapi.

Horok-orok ini sangat cocok dimakan dengan bakso balungan, janganan horok-horok, apalagi ditambah dengan sate cecek yang terbuat dari kulit sapi.

Dinda Fella Lutfia Ulfa, Dhemes Astuti, Dwiyanti Vivit Ariyani, Rhegalita liling sahara, Romenta Niken Anggari, Arina Haqy

Dinda Fella Lutfia Ulfa, Dhemes Astuti, Dwiyanti Vivit Ariyani, Rhegalita liling sahara, Romenta Niken Anggari, Arina Haqy

(Tulisan Dinda Fella Lutfia Ulfa, Dhemes Astuti, Dwiyanti Vivit Ariyani, Rhegalita liling sahara, Romenta Niken Anggari, Arina Haqy.)

Setiap daerah memang mempunyai makanan khas masing-masing. Sama halnya dengan kota jepara yang mempunyai makanan khas, salah satunya adalah janganan horok-horok. Namanya memang asing kalau bukan orang Jepara asli.

Dalam pembuatan pecel horok-horok menggunakan bahan yang mudah kita dapati di sekitar kita. Makanan ini sudah populer semenjak masa gerakan tiga puluh september, bagi masyarakat Jepara horok-horok pecel merupakan sumber karbohidrat pengganti nasi atau lontong.

Horok-orok ini sangat cocok dimakan dengan bakso balungan, janganan horok-horok, apalagi ditambah dengan sate cecek yang terbuat dari kulit sapi. Untuk memeperoleh bahan horok-horok, seperti pohon aren tidaklah mudah, para perajin asal Jepara samapi berburu keluar daerah, seperti Rembang, Pati, dan Blora. Warna yang berbagai macam, ada berwarna putih, warna putih berkecoklatan, dan berfariasi, ada juga horok-horok tanpa ditaburi kelapa, dan ada juga yang ditaburi. Horok-horok kini berkembang dengan berbagai toping (pelengkap) seperti horok-horok petis, horok-horok gule, horok-horok goreng, dan wedang horok-horok.

Di daerah Jepara nama pecel disebut dengan janganan, memang di luar masyarakat bingung apa itu nama “janganan” yang banyak disebut oleh masyarakat Jepara. Tekstur dari bentuk janganan hampir sama dengan pecel, namun pecel lebih lengkap dibandingkan dengan janganan. Didalam janganan terdapat sejenis rumput laut yang berwarna hijau, tetapi di pecel tidak ada, itulah yang membedakan pecel dengan janganan.

Janganan adalah khas kota Jepara yang terbuat dari rebusan sayuran berupa, bayam, taoge, kacang panjang, kemangi, daun turi, krai (sejenis mentimun) atau sayuran lainnya yang dihidangkan dengan di siram sambal pecel. Pecel konsep hidangan janganana mirip hidangan pecel atau salad dari Eropa. Ketigannya sama-sama menggunakan sayuran segar bahan utama dan menggunakan toping. Perbedaannya adalah jika salad menggunakan mayonais sebagai toping, maka janganan dan pecel menggunakan sambal pecel.

Horok-horok adalah sejenis makanan yang ringan yang terbuat dari tepung aren, yang dijual di pasar-pasar tradisionan. Makanan yang satu ini tergolong langka, pada umumnya ditemukan di Jepara. Bahkan tidak dijumpai di luar kota Jepara.

Dalam membuat pecel horok-horok, pertama-tama kita harus membuat pecel terlebih dahulu. Bahan-bahan untuk membuat pecel tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya: 250 gr bayam, siangi, buang batangnya, 250 gr tauge kemudian bersihkan akarnya, 250 gr kacang panjang, potong kira-kira 5cm, 250 gr bunga turi, buang putiknya.

Sedangkan bumbu-bumbu: 350 gr kacang tanah, goreng dan haluskan, 4 lembar daun jeruk iris halus, 2 sdm air asem, 300 ml air, 4 buah cabai rawit merah, 1 siung bawang putih, 0,5 cm kencur, ½ sdt gula merah iris, 1 sdm garam, Cara membuat: Rebus bayam, bunga turi, kacang panjang dan tauge bergantian dengan air mendidih. Tiriskan, sisihkan. Campur kacang tanah halus dengan bumbu lainnya, haluskan kembali. Campur dengan air asam. Uleni dengan sendok hingga tercampur rata. Siapkan piring dan susun sayuran di piring. Kemudian siapkan mangkuk, cairkan bumbu dengan air. Tuang bumbu di atas sayuran dan siap untuk di sajikan. Bahan-bahan Horok-horok.

Kemudian untuk membuat horok-horok menggunakan tepung yang terbuat dari pohon aren. Untuk memperoleh pohon aren, para perajin asal jepara sampai berburu ke luar daerah seperti kerembang, pati dan blora. Tepung aren ini, setelah dibersihkan kemudian di kukus hingga matang dan setelah didinginkan, horok-horok akan bertekestur kenyal.

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Agustus 23, 2015, in kuliner kampung and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: