Menulis Opini

kliping opini

 

 

 

 

 

Menulis Opini

Opini merupakan karangan semiilmiah. Sebenarnya kunci penulisan, apa pun jenisnya, sebenarnya terletak pada unsur dasar jumalistik, yaitu 5W+1H:

What (Apa)? : Kejadian

Who (Siapa)? : Pihak yg terlibat: pelaku, saksi, dll

When (Kapan)? : Waktu kejadian: pukul, hari, tanggal

Where (Di Mana) : Tempat peristiwa

Why (Mengapa) : Sebab-sebab kejadian

How (Bagaimana) : Kronologi dan akibat dari kejadian

Untuk penulisan berita (news), jelas unsur-unsur itu harus ada. Begitu pula untuk penulisan esai atau artikel. Hanya saja untuk artikel atau esai, gaya yang digunakan sedikit berbeda dari penulisan berita.

Untuk artikel atau esai, lead (pembuka tulisan) sistematika penulisannya tidak sebebas menulis berita. Pada berita, lead dipilih berdasarkan unsur yang dipandang cocok oleh penulis (wartawan). Sementara itu pada esai atau artikel, lead haruslah merupakan pembuka permasalahan yang akan dikupas atau diuraikan dalam suatu tulisan.

Karena itu, lead pada artikel atau esai harus memenuhi standar penulisan ilmiah, yaitu mengungkap latar belakang masalah; atau bisa juga terlebih dahulu memaparkan suatu fakta peristiwa sebelum mengungkap persoalan yang dianalisis. Di sela-sela pemaparan fakta peristiwa dan analisis itu, bisa pula disisipi dengan paparan latar belakang masalah.

Redaktur memilih naskah berdasarkan parameter untuk menentukan pantas dan layak tidaknya suatu disajikan kepada publik. Yaitu unsur kelayakan jurnaslistik yang terdiri atas: significant, timelines, magnitude, proximity geografis dan emosional, prominance (tenar), human Interest

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka secara praktis, sederhana, dan mudah, bisa dirumuskan kerangka karangan semiilmiah (artikel atau esai) sebagai berikut: latar belakang masalah, permasalahan, kajian masalah (sesuai dengan pisau analisis yang digunakan), solusi berupa pemecahan masalah, saran dan harapan.

Berbeda dari penulisan berita, sistematika karangan semiilmiah tidak bisa bebas memindah-mindahkan urut-urutan tersebut. Kalaupun akan melakukan variasi gaya penulisan, hanya ditolerasnsi memindah poin pertama dan kedua, yaitu permasalahan dan latar belakang masalah, sehingga urut-urutannya menjadi: permasalahan, latar belakang masalah (didukung data dan referensi), kajian masalah (sesuai dengan pisau analisis yang digunakan), solusi berupa pemecahan masalah, saran dan harapan.

Langkah lain yang tak kalah pentingnya adalah menentukan judul. Kepalaan berita atau tulisan (judul), harus mencerminkan isi karangan, menggunakan kalimat pendek, tegas, jelas, dan informatif.

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on September 9, 2015, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: