Kebenaran dan Selubungnya

kebenaran dan selubungnyaTuhan telah memberi perangkat kepada manusia untuk menimbang kebenaran. Perangkat itu bernama hati, dari hati cahaya dari Tuhan terpantul. Jika kita akan melakukan sebuah perbuatan pasti terdapat perdebatan dalam berlogika kita, perdebatan itu dilakukan oleh hati dan nafsu. Siapa yang menang dalam perdebatan itulah yang akan tercermin dalam laku manusia.

Siapa yang menang antara hati dan nafsu? Hal itu bergantung pada zikir. Zikir adalah sebuah perbuatan berulang-ulang, perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia, ia dipikirkan, dilakukan, dilafalkan. Di dalam perbuatan sudah menjadi reflek. Jika zikir kita tentang keillahiahan seperti berpikir taqwa, sabar, akhlak, tawandu’, sedekah, puasa, maka respon kita terhadap sesuatu dihadapan kita juga keillahiahan, tetapi jika zikir kita apa yang menjadi pikiran, lafal, dan perbuatan kita, kita lakukan berulang-ulang dan menyatu dengan diri kita adalah nafsu kekuasaan, menguasai harta benda, keinginan untuk kuat, terhormat, dan hidup selamanya maka respon yang muncul saat ada kejadian menghinggapi kita adalah nafsu kuasa membangun diri sendiri tadi.

Setiap manusia memiliki perangkat untuk bercermin. Tuhan telah menanam cermin berupa hati agar manusia mampu menilik Sang Kholiknya. Tetapi kadangkala cermin itu sengaja disingkirkan, cermin itu ditutupi dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Ketika kita akan melakukan korupsi sebenarnya dalam benak kita ada sisi yang mengatakan hal ini tidak benar, tetapi ada seperangkat yang lain, ada pertimbangan yang lain yang membuat hal itu tetap dilaksanakan. Keinginan untuk dihormati lebih besar, keinginan untuk menguasai menjadi selubung kebenaran hakiki.

Persoalan penolakan warga Makah terhadap dakwah nabi itu bukan masalah mereka tidak mengakui kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Penolakan yang mereka lakukan atas dasar ancaman. Mereka adalah para elit yang didukung oleh kultur Arab pada waktu itu. Jika Islam yang igaliter, Islam yang memandang persamaan drajat manusia, yang persaudaraan dihubungkan dengan kesatuan Iman ini berkembang maka hal ini akan mengancam eksistensi mereka sebagai elit.

Setelah mendapat wahyu pertama, Nabi melakukan dakwah di Makah selama 13 tahun. Terdapat tiga cara yang dilakukan oleh orang-orang Makah dalam menghambat dakwah Nabi ini. Kaum muda seusia Nabi seperti pamannya sendiri bernama Abdul Uzzay ibn Abdul Mutthalib atau Abu Lahab, Abul Hakam Amr ibn Hisyam atau Abu Jahal, dan teman-temannya. Mereka memusihi Nabi dengan kekerasan, intimidasi terhadap pengikut Nabi terutama yang berstatus budak.

Golongan tua adalah golongan Arab yang sejak dulu bersaing dengan Bani Hasyim dan al-Muttahalib. Termasuk golongan mereka adalah Walid ibn Mugirah, Utbah ibn Rabi’a. Penolakan mereka atas dasar ketakutan akan status sosial mereka. Golongan ini menghambat dakwah Nabi dengan cara melakukan lobi-lobi terhadap Nabi Muhammad atau melalui paman Nabi yaitu Abu Thalib. Abu Thalib tetap pada pendiriannya dengan tetap mendukung dakwah Muhammad tetapi juga menghibau kepada Muhammad untuk tidak provokatif terhadap kaum Quraisy.

Dua acara ini tidak berhasil, cara kekerasan malah membuat pengikut Muhammad bertambah, cara lobi mengalami jalan buntu, dilakukanlah cara ketiga dengan menyebar berita hoax yakni memfitnah Nabi sebagai tukang sihir, siapa yang mendekat akan tersihir dan mengikuti keinginannya.

Sebuah kebenaran risalah Nabi tertutup oleh nafsu berkuasa, nafsu harta benda. Abu Jahal hingga meninggalnya berkeyakinan bahwa masalah kenabian hanyalah masalah tibu daya Bani Hasyim dan al-Mutthalib yang ingin merebut kepemimpinan suku setelah meninggalnya Abdul Mutthalib kerena kepemimpinan sekarang (pada era itu) sedang berada di pihaknya (Abu Jahal).

Sekarang terserah kita mau mezikirkan apa dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga hati berfungsi sebagai cermin atau kita biarkan tetap terselubungi. (Muhajir Arrosyid).

Iklan

About Ken dan Bening

keluarga pembelajar

Posted on Desember 27, 2017, in HIKMAH. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: