Category Archives: buku harian

BERKEMAH BERSAMA BENING

Buku berjudul Belajar Berkemah

Hari Rabu jadwal mengajarku sore, ibunya meninggalkan Bening kepadaku. Dari pukul tujuh hingga puluk sebelas nanti waktuku penuh bersama Bening. Jika bersama Bening, aku jarang bisa nyambi aktivitas lain. Ia selalu protes jika melihat Bapaknya membaca atau menghidupkan komputer. Dia maunya ditemani tidak mau dibagi.

Kami biasanya bermain peran, bermain bola, mobil-mobilan, mendongeng, atau menyanyi. Kadang kami jalan-jalan di sekitaran kampung. Ia senang sekali lapang. Jika mendapati tanah lapang ia akan berlari kesana kemari. Mungkin karena rumahnya sempit. Aku dan dia juga senang melihat hewan-hewan ternak peliharaan warga, entah itu kambing, bebek, kuda, kerbau, dan angsa. Read the rest of this entry

Iklan

BERZIARAH KE MAKAM PAK SULISTIYO

Di dalam mobil setelah keluar dari bandara Pak Lis mengangkat telpun dari Ibunya. Percakapan usai, telpun ditutup. Kemudain beliau bilang. “Sampai sekarang, sebelum dan setelah saya naik pesawat ibu selalu telpun menanyakan apakah penerbangan berjalan lancar.”

Kata Pak Lis, selama dia berada di pesawat ibunya berdo’a untuk keselamatannya.

Persitiwa yang aku gambarkan di atas terjadi di masa lalu, lalu sekali sebelum Pak Lis (Sulistiyo) meninggal dunia. Kemarin, (13/7) aku bersama teman-teman dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPGRIS berkunjung ke rumah orang tua Pak Lis dan berziarah ke makam beliau. Sebelumnya menghadiri acara resepsi pernikahan Bu Rawinda, teman kami tercinta di Wonosobo. Pada kesempatan itulah aku bertemu dengan ibu yang sangat menyayangi Pak Lis. Saya sangat yakin, sosok yang hebat lahir dari ibu yang hebat pula.

Rasanya aku perlu menceritakan jalan menuju rumah Pak Lis, rumah itu berada di pegunungan, jalannya tidak lebar, naik turun sehingga membuat hati kami yang di dalam bus menjadi dag dig dug tak karuan saat kita harus naik kemudian belok. Di alam semacam itulah Pak Lis lahir, tumbuh, dan mengenyam pendidikan. Read the rest of this entry