Category Archives: KEPIK, Kaos dan Souvenir

kaos unik

Pengantar Kaos Rendra: JANGAN MEREKA MENJADI TUMBAL

Sebuah Pengantar Kaos Rendra, Orang-Orang Miskin
(KAK Menerbitkan Kaos Rendra+Orang-Orang Miskin, “Jangan Kamu Bilang Dirimu Kaya Jika Tetanggamu Memakan Bangkai Kucingnya”. Kain Katun, Harga Rp. 60.000.)

Di Jogja, pada 4 Februari 1978 lalu Rendra, penyair besar Indonesia menulis sebuah puisi yang menggetirkan hati. Membacanya membuat kita mencekam. Puisi itu berjudul Orang-Orang Miskin masuk dalam buku Potret Pembangunan dalam Puisi.
1978. Hari-hari ini televisi, koran dipenuhi kata pembangunan. Dalam pidato-pidato, seminar-seminar tidak pernah meninggalkan kata pembangunan sebagai tema utama. Dalam perjalanan sejarah ada yang dinamakan era revolusi, dimana orang-orang bangga mengokang senjata dan disebut pejuang.
1978. Era ini ingin dicatat oleh sejarah Indonesia sebagai eranya membangun. Sebagai negara yang baru tumbuh memang selayaknya membangun. Tapi rendra melihat ada pihak-pihak menjadi “korban” pada era pembangunan ini.
Kata Rendra:
//Orang-orang miskin di jalan,//yang tinggal di dalam selokan,//yang kalah di dalam pergulatan,//yang diledek oleh impian,//janganlah mereka ditinggalkan.//
Ketika jembatan layang dibangun, rupanya ada yang menyelinap hidup di bawahnya. Mereka bukanlah tikus tetapi benar-benar manusia. Pembangunan adalah sebuah pergulatan tersendiri. Sebuah pergulatan tentu saja ada yang kalah dan ada yang menang. Kata Rendra ‘janganlah mereka (yang kalah dalam pergulatan) ditinggalkan’. Karena mereka adalah saudara sebangsa. Mungkin di antara mereka turut serta berjuang merebut kemerdekaan.
Tapi apa kenyataannya?  Mereka disingkirkan, dikejar-kejar, dipenjarakan, dianggap merusak pemandangan. Apakah keindahan itu harus mengorbankan kemanusiaan? Pembangunan sampai hari ini, sekian tahun setelah puisi ini dibuat selalu menuntut tumbal.
Para calon ketua RT hingga calon presiden selalu menebar janji, menawarkan program solusi, pengentasan. Tapi janji tinggalah janji.  Janji disini bukan untuk ditepati. Masih adalah kebersamaan?
Buat apa ada negara? Buat apa negara didirikan? Buat apa ada DPR, Presiden jika tidak ada kebersamaan? Apakah negara ini didirikan untuk dirampok oleh bangsanya sendiri?
Kata Rendra:
//Jangan kamu bilang negara ini kaya//karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.//
Jangan kamu bilang dirimu kaya//bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.//
Sekarang 2012. Gedung-gedung tinggi dibangun, tapi Tulkiyem di Arab saudi dipancung. Tukang ojek bayar pajak diembat oleh pegawai pajaknya, oleh DPR nya, oleh menterinya.
Ayo…hal-hal baik yang kamu kita lakukan hari ini adalah investasi kebaikan bangsa ini ke depan.

Demak, 07/07 2012
Salam KAK

Iklan