Category Archives: Resensi

SEDANG MENULIS (RINDU) BISCUITTIME

Biscuittime, kelompok musik indie asal Semarang ini akan merilis album kedua di akhir tahun 2017 ini. Sekarang ini single terbaru mereka yang bertajuk ‘Sedang Meulis Rindu’ sudah bisa dinikmati di youtube di id youtube biscuittime. Pada satu Mei 2017, Muhajir Arrosyid reporter tunu.wordpress.com mewawancarai Deska Setia Perdana (ig: deskaperdana), Yongki Arya Permana (ig:yongkiaryapermana), dan Kadek Tia (ig:kadektia) terkait kreatifitas mereka. Ada hal yang berbeda seperti vokalis yang baru tetapi ada yang masih menempel pada diri Biscuittime yang menjadi kekhasan mereka. Hadirnya single sekaligus video klipnya ini sekaligus sebagai tanda bahwa mereka kembali lagi setelah vakum sekitar lima bulan dari belantika musik Indonesia. Berikut hasil wawancara yang dilaksakanakan pada petang di taman Universitas PGRI Semarang. Untuk terhubung dengan mereka bisa mengikuti alamat IG mereka: biscuittimeofficial.  Read the rest of this entry

MENJADI ORANG TUA ALTERNATIF

menguyah rinduWahai para istri dan juga anak, bacalah buku ini. Kau akan mendapati, di balik ketegaran suami dan bapakmu sebenarnya ia menyimpan tangis. Kadang-kadang ia goyah juga saat memimpin bahtera keluarga.

Buku berjudul Mengunyah Rindu karya Budi Maryono ini adalah sebuah catatan harian seorang bapak tentang kejadian-kejadian sehari-hari di dalam keluarganya yang pada mulanya tertuang dalam blog pribadi. Dibuka dengan sebuah catatan berjudul “It’s Show Time” tertanggal 4 Juni 2005 dan ditutup sebuah catatan berjudul “Berapa Sering Berapa Banyak” tertanggal 28 Juli 2010. Buku ini total menyanjikan 124 judul catatan.

Meskipun di cover belakang buku ini diterakan kategori novel, namun pada kenyataannya buku ini adalah buku harian. Mirip dengan biografi keluarga. Membacanya kita akan berkenalan dengan Tia, si anak pertama, Biru, si anak kedua, dan Gigih, anak ketiga, persis sebagaimana kehidupan sang penulis. Read the rest of this entry