Category Archives: Buku

Membaca “Omelan-Omelan” Perempuan

Judul               : Perempuan Titik Dua

Penulis            : Tri Umi Sumartyarini

Penerbit          : Kelab Buku Semarang dan Cantrik Pustaka

Cetak               : Pertama Maret 2017

Tebal               : 114 halaman

ISBN               : 978-602-60963-9-5

 

Bukan lewat puisi, cerita pendek, atau novel, Tri Umi Sumartyarini menyoal perempuan dalam dunia pendidikan, kerja, politik, sosial, keluarga, seksualitas, dan agama. Umi memilih menuliskan pelbagai isu perempuan lewat esai yang dihimpun dalam buku Perempuan Titik Dua. 19 esai, sangat terutama bertema perempuan sebagian sempat tampil di koran dan blog pribadi. Keterlibatan persoalan perempuan tidak hanya sampai pada percakapan mulut, tetapi harus ada dalam dokumentasi tulisan.

Memasuki Agustus sebagai bulan penting dalam sejarah Indonesia, kita pantas membaca esai berjudul Wajah Perempuan dalam Kemerdekaan. Tri Umi mempertanyakan keberadaan perempuan dalam jejak sejarah. Tri Umi merasa kesal karena patung-patung di kota, penamaan gedung, penahbisan jalan selalu bewajah pahlawan laki-laki. termasuk film-film tokoh sejarah juga menghadirkan wajah-wajah lelaki lewat para aktor ternama. Dunia politik dan pergerakan kemerdekaan masih begitu elitis menampilkan tokoh laki-laki di hadapan masyarakat mutakhir. Tri Umi mengingatkan bahwa ada perempuan-perempuan yang terlibat dalam masalah perbaikan gizi sampai pernikahan dini di Kongres Perempuan Pertama di Indonesia, 22 Desember 1928. Perjalanan panjang kemerdekaan juga berwatak keperempuanan yang antimenyerah. Read the rest of this entry

Iklan

MENJADI ORANG TUA ALTERNATIF

menguyah rinduWahai para istri dan juga anak, bacalah buku ini. Kau akan mendapati, di balik ketegaran suami dan bapakmu sebenarnya ia menyimpan tangis. Kadang-kadang ia goyah juga saat memimpin bahtera keluarga.

Buku berjudul Mengunyah Rindu karya Budi Maryono ini adalah sebuah catatan harian seorang bapak tentang kejadian-kejadian sehari-hari di dalam keluarganya yang pada mulanya tertuang dalam blog pribadi. Dibuka dengan sebuah catatan berjudul “It’s Show Time” tertanggal 4 Juni 2005 dan ditutup sebuah catatan berjudul “Berapa Sering Berapa Banyak” tertanggal 28 Juli 2010. Buku ini total menyanjikan 124 judul catatan.

Meskipun di cover belakang buku ini diterakan kategori novel, namun pada kenyataannya buku ini adalah buku harian. Mirip dengan biografi keluarga. Membacanya kita akan berkenalan dengan Tia, si anak pertama, Biru, si anak kedua, dan Gigih, anak ketiga, persis sebagaimana kehidupan sang penulis. Read the rest of this entry