Category Archives: SERI MENULIS

KEAJAIBAN-KEAJAIBAN MENULIS

SERI MENULIS 1KEAJAIBAN-KEAJAIBAN MENULIS. Sastrawan Triyanto Triwikromo mengatakan, ayat pertama yang difirmankan oleh Allah SWT adalah “bacalah!” dalam firman tersebut sebenarnya ada perintah yang tersembunyi. Kita harus cerdas melihatnya. Perintah yang tersembunyi tersebut adalah: “Menulislah.” Karena orang tidak mungkin membaca jika tidak ada tulisan. Hal tersebut disampaikan oleh penulis buku Senjakala Jawa, Sesat Pikir Para Binatang, Selir Musim Panas, dan sejumlah buku lain pada pelatihan menulis di UPGRIS (17/3).

Bagi orang-orang yang melaksanakan (menulis) mereka akan mendapatkan keajaiban-keajaiban di dalam hidupnya. Siapalah Andrea Hirata jika dia tidak menulis novel Laskar Pelangi?  Mari kita ikuti jalan hidup Andrea Hirata. Menurut pengakuannya dia adalah seorang pegawai di PT Telkom. Saat terjadi gempa Tsunami di Aceh, Andrea melihat sosok guru perempuan yang bersemangat. Peristiwa itu mengingatkannya kepada gurunya, namanya Bu Muslimah. Seorang guru yang gigih meskipun mengajar di sekolah kecil dan hanya mempunyai 11 orang siswa, Andrea salah satunya. Andrea ingin menuliskan kisah itu dan dihadiahkan kepada guru yang telah menginspirasnya, hingga ia mau menempuh perjalanan 30 km untuk melaksanakan sekolah.

Sepulang menjadi relawan itu Andrea menulis novelnya yang ia beri judul Laskar Pelangi. Ia tidak mimpi muluk-muluk dengan yang ditulisnya itu. Novel yang ia tulis hanya dalam waktu tiga minggu ini berisi tentang ingatan masa kecilnya. Ia cetak sederhana dua eksemplar. Satu dia kirim ke Belitong untuk gurunya Muslimah dan satu ia taruh di meja kerja.

Kemudian keajaiban bekerja. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, sebuah tulisan adalah anak-anak rohani, ia memiliki nasibnya sendiri. Dan Laskar Pelangi bernasib baik. Seorang temannya secara tidak sengaja membaca novel yang tergeletak di meja tersebut. Ia menyukainya, dan mengirimkannya ke penerbit Bentang. Beberapa saat kemudian, Andrea diundang penerbit Bentang. Mulanya penerbit mengira Andrea adalah seorang penulis yang sudah mumpuni, padahal ia mengaku tidak memiliki pengalaman menulis sebelumnya.

Novel Laskar Pelangi diterbitkan dan hasilnya BOOM. Meledak dan menjadi perbincangan. Setelah itu muncul novel-novelnya yang lain. Kemudian dua dari novelnya yang berjudul Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi difilmkan. Kita bisa membayangkan seandainya Andra tidak menulis, kita semua tidak akan mengenalnya. Mungkin Andrea tetap bisa hidup, tetapi sebagai pegawai. Read the rest of this entry

Iklan