MENJAGA AMANAH

Seorang anak diantar oleh bapaknya ke sekolah. Si anak meminta berhenti agak jauh dari halaman sekolah. Kamu tahu alasannya? Si anak malu jika dilihat oleh teman-temannya. Ia malu dengan bapaknya yang pakaiannya tidak bagus, ia juga malu karena diantar menggunakan motor yang buruk.

Cerita itu diceritakan oleh Habib Anis Sholeh Ba’asyin di sebuah forum yang dihadiri masyarakat desa di daerah Rembang. Cerita ini menurut pengakuan beliau membuat beliau berlinang air mata. Bib Anis mengajak untuk meningkatkan kepercayaan diri. Mengapa malu diantar menggunakan motor dan baju jelek jika itu milik sendiri? Terus bangga diantar menggunakan mobil tapi hasil korupsi? Apa jadinya Indonesia kedepan jika generasinya seperti itu? Read the rest of this entry

Iklan

KEJERNIHAN HATI MENGIQRO’ NEGERI

Reportase Suluk Maleman 16 Sepember 2017 (Foto oleh Rozak)

Kemampuan membaca (iqra) sangat dibutuhkan oleh sebuah negeri, pembacaan yang keliru akan menghasilkan penyelesaian yang keliru pula. Akibatnya kita berhenti di jalan, jangankan maju malah seringkali mundur ke belakang. Kencenderungan inilah yang dibaca oleh Majlis ilmu Suluk Maleman, hingga pada Sabtu (16/9) mengangkat tema “Iqra Negeri”. Tentu saja membaca tidak hanya sekedar membaca tetapi juga menganalisa.

Habib Anis Sholeh Baasyin memperkenalkan perangkat membaca. Katanya, seseorang harus memiliki hati yang bersih untuk mampu membaca dengan jernih. Kejernihan membaca ini sangat penting mengingat banyak sekali tipu daya yang mengelabuhi mata hati kita. Habib Anis mencontohkan bagaimana caranya melihat tentang daun yang berwarna hijau. Pertama karena kemampuan mata kita menangkap benda itu, kedua karena memang ada unsur hijau dalam daun tersebut, dan ketiga karena ada cahaya yang menerangi daun itu sehingga kita mampu melihatnya. Read the rest of this entry