Category Archives: Jalan-jalan

BERZIARAH KE MAKAM PAK SULISTIYO

Di dalam mobil setelah keluar dari bandara Pak Lis mengangkat telpun dari Ibunya. Percakapan usai, telpun ditutup. Kemudain beliau bilang. “Sampai sekarang, sebelum dan setelah saya naik pesawat ibu selalu telpun menanyakan apakah penerbangan berjalan lancar.”

Kata Pak Lis, selama dia berada di pesawat ibunya berdo’a untuk keselamatannya.

Persitiwa yang aku gambarkan di atas terjadi di masa lalu, lalu sekali sebelum Pak Lis (Sulistiyo) meninggal dunia. Kemarin, (13/7) aku bersama teman-teman dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPGRIS berkunjung ke rumah orang tua Pak Lis dan berziarah ke makam beliau. Sebelumnya menghadiri acara resepsi pernikahan Bu Rawinda, teman kami tercinta di Wonosobo. Pada kesempatan itulah aku bertemu dengan ibu yang sangat menyayangi Pak Lis. Saya sangat yakin, sosok yang hebat lahir dari ibu yang hebat pula.

Rasanya aku perlu menceritakan jalan menuju rumah Pak Lis, rumah itu berada di pegunungan, jalannya tidak lebar, naik turun sehingga membuat hati kami yang di dalam bus menjadi dag dig dug tak karuan saat kita harus naik kemudian belok. Di alam semacam itulah Pak Lis lahir, tumbuh, dan mengenyam pendidikan. Read the rest of this entry

Iklan

HIKMAH-HIKMAH: BUKAN BANGSA KEMARIN SORE

Muhajir Arrosyid, foto dari akun twitter @dennyseptiviant).

Muhajir Arrosyid, foto dari akun twitter @dennyseptiviant).

Ada anak kecil yang kesurupan. Tubuhnya dimasuki jin atau sejenis makhluk halus lainnya. Oleh orang-orang kampung anak itu dipeluk erat. Tubuhnya disiram air, pipinya dipukul dengan tujuan agar jin itu keluar dari tubuh anak. Tetapi jin yang masuk dalam tubuh si anak itu tidak mau keluar juga. Akhirnya karena sudah lelah orang-orang bersepakat menanyai si jin yang menempel dalam tubuh si anak. “Jin, mengapa toh kok kamu menempel di tubuh si anak kecil ini, apa dosanya? Apa dia berbuat salah terhadapmu?”

Rupanya pertanyaan itulah yang ditunggu-tunggu oleh si Jin. Dari tadi dia tidak ditanya tetapi langsung dipukul, disiram air dan segala perbuatan tidak jelas yang lain. Si Jin menjelaskan: “Oh gini tadi anak kecil ini jalan sendiri di pinggir jalan raya. Dari pada dia salah jalan, atau turun ke jalan raya dan mendapat celakaan, tertabrak mobil misalnya, lebih baik tak masuki.” Begitu keterangan si Jin. Setelah itu Jin itu keluar dari tubuh si anak kecil.

Apa hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini? Selama ini kita sering berbuat, menuduh, menghujat, memaki-maki, marah-marah terhadap suatu hal tanpa mengetahui persoalannya. Kita tidak memiliki kesediaan untuk sekedar mengajukan pertanyaan “mengapa?” apa yang terjadi dan lain sebagainya. Read the rest of this entry