Category Archives: Kliping

FOTO DAN SEJARAH

????????????????????????????????????

Fotogrfer pilihan Nikonia 2006

FOTO DAN SEJARAH. Di obrolan goup bbm, seorang teman yang masih jomblo mengaku nonton konser musik bersama teman perempuannya. Teman saya yang lain tidak percaya, ia menulis komentar: “No pict: hoax”. Peristiwa ini mengingatkan saya pada kliping saya atas kolom yang ditulis Tubagus P. Svarajati berjudul “Sejarah” di Nikonia edisi #6/2006 halaman 69.

Dalam kolomnya tersebut Pak Tubagus menyampaikan bahwa foto  diyakini sebagai represntasi yang sahih, dan foto dalam praktik jurnalistik dihadirkan secara objektif alias apadanya. Meski, sekarang muncul teknologi fotografi yang menyediakan ruang manipulasi yang ‘culas’. Read the rest of this entry

Iklan

MENGENANG MAJALAH PANTAU

pantauMENGENANG MAJALAH PANTAU. Pernah ada sebuah majalah (menurut saya bagus) yang pernah terbit di Indonesia, namanya majalah Pantau. Majalah ini mengorek dapur redaksi, hal-hal yang tidak terungkap di publik diungkap secara mendalam di majalah ini. Selama ini publik hanya melihat hasil jadi sebuah media tetapi ternyata di dalamnya ada tekanan pemerintah, tekanan investor, persaingan antar media, dll. Hingga masalah gaji wartawan diungkap dalam majalah ini.

Pada edisi April 2001, majalah ini banyak mengetengahkan tentang gonjang-ganjing politik pemerintahan Presiden Gus Dur yang terkait dengan pemberitaan media massa. Dalam Pantau edisi ini ditampilkan Aryanti Sitepu, perempuan yang mengaku pernah memiliki hubungan dengan Gus Dur, dalam pembahasan diungkap pilihan media untuk memuat berita yang ditawarkan oleh narasumber atau tidak. Tulisan oleh M. Said Budairy yang berjudul Menimbang Jurnalisme Gamma menarik untuk dibaca, bagaimana Gamma menyajikan berita pengakuan Zarima sang ratu Narkoba bahwa anak yang dikandungnya adalah hasil hubungannya dengan Amin Rais, ketua PAN dan sekaligus ketua MPR pada waktu itu. Zarima saat dikonfirmasi menolak pengakuan itu dan berpendapat Gamma hanya mengarang belaka.

Gamma juga memberitakan bahwa orang suruan Gus Dur lah yang membayar Zarima untuk membuat pengakuan ‘palsu’ bahwa Amin Raislah yang menghamilinya. Majalah Pantau menjernihkan penglihatan kita dari jurnalisme yang semprawut, jurnalisme yang digunakan sebagai alat politik. Sekarang? Sekarang keadaan jurnalisme sama saja, maka majalah semacam Pantau ini tetap dibutuhkan. Berikut salah satu artikel dalam majalah tersebut. DOWNLOAD versi PDF. MENIMBANG JURNALISME GAMMA.